Lolos Olimpiade Tokyo 2020, Lalu Muhammad Zohri Sempat Kena Teguran

TRIBUNNEWS.COM – Pelari asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri berhasil menempati posisi ketiga pada lari 100 meterputra di Seiko Golden Grand Prix Osaka 2019, Jepang, Minggu (19/5/2019).

Menempati posisi ketiga, Zohri berhasil membukukan catatan waktu 10,03 detik.

Hasil itu membuat Zohri berhasil melewati limit kualifikasi 10,05 detik yang merupakan batas bagi 56 pelari yang akan berlaga di Olimpiade 2020.

Usai berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, Zohri tentu telah menorehkan satu lagi prestasi membanggakan dalam kariernya.

Namun, siapa sangka di balik keberhasilannya kali ini, Zohri sempat ken teguran.

Melansir dari web indonesia-athletics.org, Zohri ternyata sempat ditegur oleh ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Bob Hasan.

BACA SELENGKAPNYA

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran

2 Elite PD Balik Badan karena Bu Ani di-Bully Buzzer, BPN: Alasan Aneh





Jakarta
Dua elite Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean dan Jansen Sitindaon meninggalkan dukungannya kepada capres Prabowo Subianto karena Ani Yudhoyono menjadi sasaran bully buzzer dari kubu 02. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebut alasan keduanya aneh.

“Aneh saja kalau hal itu jadi alasan, kita kan nggak tahu siapa sebenarnya pem-bully tersebut, bisa jadi penyusup,” ujar anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN, Habiburokhman kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Menurut Habiburokhman, Prabowo dan Sandi serta jajaran BPN sangat menghormati Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sang istri. Ia mengatakan PD seharusnya melihat sikap Prabowo dan Sandi.

“Pak Prabowo, Pak Sandi, segenap komponen BPN menaruh hormat pada Bu Ani dan keluarga Pak SBY. Hubungan mereka sangat bagus,” kata politikus Gerindra itu.

Karena alasan tersebut, Jansen mengatakan PD siap meninggalkan Prabowo. BPN Prabowo-Sandi menghormati keputusan tersebut apabila benar terjadi.

Jansen dan Ferdinand menuding buzzer 02 membully kondisi kesehatan Ani yang tengah dirawat di Singapura karena kanker darah/Jansen dan Ferdinand menuding buzzer 02 membully kondisi kesehatan Ani yang tengah dirawat di Singapura karena kanker darah/ Foto: Anung Anindito
“Kami hormati sikap politik mereka sejak awal mau dukung atau tidak dan sekarang mau tarik dukungan atau tidak. Itu murni kedaulatan mereka,” kata Habiburokhman.

Diberitakan sebelumnya Jansen dan Ferdinand balik badan dari barisan pendukung Prabowo-Sandi. Jansen menyatakan PD mempertimbangkan keluar dari Koalisi Adil Makmur.

“Situasi ini jelas menjadi bahan pertimbangan kami apakah kami masih pantas terus berada di koalisi Prabowo ini atau segera mundur saja dari koalisi ini,” ujar Jansen, Senin (20/5).

Situasi yang dimaksud adalah soal tudingan adanya buzzer dari Prabowo-Sandi yang mem-bully Bu Ani. Sebelum Jansen, Ferdinand Hutahaean sudah menyatakan terlebih dahulu keluar dari pendukung Prabowo-Sandi.

Meski begitu, Jansen menyebut keputusan Demokrat bertahan atau keluar dari koalisi Prabowo-Sandi akan diambil oleh para petinggi partai. Hanya saja yang jelas, Jansen menegaskan mundur meski di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, dirinya bertugas sebagai salah satu juru bicara.

Simak Juga “Panas Hubungan Demokrat di Koalisi Prabowo-Sandi”:

[Gambas:Video 20detik]

(tsa/dkp)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran

Sandiaga Uno Akan Ikut Aksi 22 Mei? Ini Pernyataannya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Sandiaga Uno belum memutuskan apakah ia akan ikut dalam aksi unjuk rasa saat pengumuman pemenang pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum pada Rabu (22/5/2019).

“Belum, belum kita putuskan. Kita menunggu advice dari tim, terutama dari ahli hukum,” kata Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga, usai meninjau pelatihan kewirausahaan pameran produk OK OCE Melawai, di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Senin (20/5/2019).

Saat ditanya lebih jauh apakah ia akan menerima hasil pilpres yang diumumkan KPU, Sandiaga juga tak menjawab secara tegas.

Ia mengaku masih akan menunggu hasil dari gugatan yang diajukan ke Badan Pengawas Pemilu.

“Kita lihat, tentunya kita berbaik sangka. Kita tunggu hasilnya ada gugataan-gugatan, di Bawaslu yang masih pending. Kita lihat nanti hasilnya seperti apa dan langkah-langkah selanjutnya nanti kita akan umumkan,” kata dia.

Sejauh ini, hasil hitung sementara KPU menunjukkan pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul ketimbang Prabowo-Sandi.

Prabowo sendiri sudah menyatakan ia menolak hasil hitungan KPU karena menuding ada kecurangan.

Saat ditanya apakah akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi jika KPU memenangkan Jokowi-Ma’ruf, Sandiaga menyebut hal itu akan diumumkan setelah 22 Mei.

“Kita akan umumkan nanti setelah pengumuman (KPU),” ujar Sandiaga.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Apakah Akan Ikut Aksi 22 Mei? Ini Jawaban Sandiaga”, https://nasional.kompas.com/read/2019/05/20/18184411/apakah-akan-ikut-aksi-22-mei-ini-jawaban-sandiaga.
Penulis : Ihsanuddin

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran

Hasil Uji BPOM, Jajanan Berbuka di Sabang Bebas Formalin




Banda Aceh
Tidak perlu khawatir untuk membeli jajanan berbuka puasa di Kota Sabang, Aceh. BPOM Banda Aceh menyatakan jajanan di sana bebas formalin.

Jajanan berbuka yang dijual di lapak takjil di Kota Sabang, Aceh bebas formalin dan boraks. Itu diketahui setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh mengambil beberapa sampel makanan.

“Dalam operasi pengawasan itu, petugas BPOM tidak menemukan makanan yang mengandung bahan pengawet (formalin) serta zat yang berbahaya lainnya,” kata Sekretaris Daerah Kota Sabang, Zakaria, dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (20/5/2019).

Pengawasan penjual takjil di Sabang digelar BPOM pada Sabtu (18/5) kemarin. Menurut Zakaria, pengawasan tersebut perlu dilakukan untuk memastikan agar jajanan berbuka yang dijual pedagang tidak mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan.

Zakaria menyebutkan, khusus pada bulan Ramadhan banyak pedagang dadakan yang menjual takjil di Kota Sabang. Hasil uji sampel yang dilakukan BPOM Banda Aceh dan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan nanti akan disosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau makanan mengandung bahan berbahaya akan membahayakan masyarakat terutama balita,” jelas Zakaria.

Sementara itu Kepala BPOM Banda Aceh, Zulkifli, mengatakan, pengawasan yang dilakukan di Sabang dengan mengambil 29 sampel untuk menguji makanan dan minuman berwarna. Selain mengawasi penganan berbuka, BPOM juga mengecek pembuat mie dan penjual kerupuk pada siang hari.

Dalam pengawasan dilakukan pada pagi hari, BPOM menemukan kerupuk tempe diduga diduga mengandung zat berbahaya seperti formalin. Zulkifli mengungkapkan, sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut.

“Meskipun kami menemukan dugaan adanya campuran zat berbahaya dalam makanan seperti dalam kerupuk tempe dan produk mie namun semua itu bukan produksi Sabang. Tapi dipasok dari dari luar Pulau Sabang,” ungkap Zulkifli.

“Untuk Sabang sendiri semua jenis makanan yang dijajakan maupun produk mie Aceh masuk dalam kategori aman dikonsumsi masyarakat,” tegas Zulkifli.

(agse/fay)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran

5 Misteri Penerbangan Teraneh Sepanjang Sejarah Manusia

TRIBUNNEWS.COM – Ada banyak hilangnya pesawat terbang yang tidak dapat dijelaskan selama bertahun-tahun.

Tidak dapat disangkal bahwa Segitiga Bermuda menjadi pusat menghilangnya pesawat, tetapi ada banyak lokasi lain di seluruh dunia di mana pesawat menghilang secara misterius.

Dari lenyapnya Penerbangan 19 di Segitiga Bermuda, lenyapnya MH370, hingga pembajak yang melompat keluar dari pesawat.

Berikut 5 misteri penerbangan teraneh sepanjang sejarah seperti dilansir TribunTravel.com dari laman toptenz.net.

1. MH370

 Tanggapi Klaim Nelayan Indonesia yang Lihat MH370, Ini Pendapat Mantan Wakil Menteri Malaysia

Pada 8 Maret 2014, dunia terkejut ketika Malaysia Airlines Penerbangan 370 menghilang dari muka bumi selama penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing.

Upaya pencarian ekstensif dilakukan dari Samudra Hindia sebelah barat Australia ke Asia Tengah untuk mencoba dan menemukan 227 penumpang dan 12 awak pesawat, tetapi tidak ada mayat yang pernah ditemukan.

TONTON JUGA

Tanpa peringatan atau penjelasan, transponder pesawat dimatikan sesaat setelah berkomunikasi dengan pengontrol lalu lintas udara.

HALAMAN SELANJUTNYA

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran

MK Izinkan Danny Pomanto Ikuti Pilwalkot Makassar Lagi





Jakarta
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Danny Pomanto boleh mengikuti Pilwalkot Makassar lagi. Hal itu menjawab permohonan Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang tidak terima dengan kekalahan melawan kotak kosong.

Kasus bermula saat Mahkamah Agung (MA) mencoret pasangan Mohammad Ramdhan Danny Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAMI) dari bursa Pilwalkot Makassar. Atas putusan itu, Pilwalkot Makassar akhirnya hanya diikuti oleh pasangan Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Maka tinggallah pasangan Appi-Cicu yang melaju sendiri menuju kursi Wali Kota Makassar. Namun pada 27 Juni 2018, kotak kosong menang atas pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Sengketa Pilwalkot ini sempat dibawa ke MK oleh pasangan Appi-Cicu. Namun, suara kotak kosong tetap menang. Tidak terima, Appi-Cicu kini menggugat UU Pilkada ke MK. Appi-Cicu meminta Pasal 54D ayat 2 jo ayat 3 dan 4, UU Pilkada tidak mempunyai hukum mengikat. Pasal yang dimaksud berbunyi:

Ayat 2
Jika perolehan suara pasangan calon kurang dari sebagaimana pada ayat (1), pasangan calon yang kalah dalam pemilihan boleh mencalonkan lagi dalam pemilihan berikutnya.

Ayat 3
Pemilihan berikutnya sebagaimana dimaksud pada ayat 2, diulang kembali pada tahun beriikutnya atau dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang dimuat dalam peraturan perundang-undangan.

Dengan adanya pasal di atas, Appi-Cicu ‘ketakutan’ melawan Danny Pomanto kedua kalinya. Ia berharap, pilkada ulang hanya digelar Appi-Cicu Vs Kotak Kosong. Tapi apa kata MK?

“Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” kata ketua majelis hakim konstitusi Anwar Usman dalam sidang di Gedung MK, Senin (20/5/2019).

MK menyatakan ‘pemilihan berikutnya’ sesungguhnya adalah penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang dilakukan dengan tahapan yang baru sejak dari tahapan awal. Artinya, dalam batas penalaran yang wajar dalil demikian membawa konsekuensi logis bahwa pemilihan berikutnya tidak lagi dimulai dari tahapan awal.

“Artinya, ‘pemilihan berikutnya’ harus dipahami dan dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu ‘tahapan persiapan’ dan ‘tahapan penyelenggaraan’. Dengan makna demikian, sepanjang memenuhi persyaratan, frasa ‘pemilihan berikutnya’ membuka dan memberi kesempatan terhadap semua pihak untuk mengajukan diri dalam kontestasi pemilihan kepala daerah berikutnya termasuk kesempatan bagi pasangan calon tunggal yang sebelumnya tidak meraih suara mayoritas ketika berhadapan dengan kolom kosong,” pungkas MK dengan suara bulat.


(asp/rvk)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran

Mudik Lebaran Lewat Tol Trans Jawa? Perhatikan 8 Hal Penting Berikut Ini

TribunTravel.com/Rizky Tyas

TRIBUNNEWS.COM – Apakah tiket mudik lebaran tahun ini sudah ada di tangan?

Jika tak kebagian tiket mudik, kamu tidak perlu khawatir karena tol Trans Jawa bisa jadi alternatifnya.

Mudik lebaran via tol Trans Jawa jadi pilihan pemudik untuk pulang ke kampung halaman.

Tol Trans Jawa diprediksi jadi jalur mudik favorit pemudik di Pulau Jawa.

Karena tol Trans Jawa menjadi alternatif jalur mudik lebaran tahun ini, pemerintah berencana berlakukan sistem satu arah di beberapa ruas tol.

7 Ruas Tol Trans Jawa ini Masih Gratis Hingga 1 Januari 2019
7 Ruas Tol Trans Jawa ini Masih Gratis Hingga 1 Januari 2019 (Twitter/KementrianPUPR)

Cara ini diharapkan bisa mengurangi penumpukan kendaraan di exit tol untuk menghindari kemacetan parah.

Dikutip TribunTravel dari laman Grid Oto, rute sistem satu arah akan dimulai dari Cibitung KM 25 atau Cikarang Utama KM 29, sampai KM 263 di Brebes Barat.

Pemberlakuan sistem satu arah untuk libur lebaran rencananya akan dilakukan mulai tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2019 mendatang.

Kemudian untuk arus balik libur Lebaran, sistem satu arah akan berlaku pada 7-9 Juni 2019 dengan rute dari KM 189 Palimanan sampai ke arah Cikampek atau Jakarta KM 25.

BACA SELENGKAPNYA

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran

Kisah Lieus Sungkharisma: Dukung Jokowi, Pro Prabowo, Ditangkap Polisi




Jakarta
Nama Lieus Sungkharisma ramai jadi perbincangan, karena sejumlah sepak terjangnya dalam Pilpres 2019 dan hari ini ditangkap polisi. Namun, sebetulnya manuver Lieus sudah dimulai sejak Orde Baru. Uniknya, sejak tahun 2012 Lieus melakukan beberapa manuver yang lebih membuatnya identik dengan ‘kutu loncat’. Bagaimana cerita lengkapnya?

Jadi Pengusaha dan Aktivis

Dalam buku berjudul “Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia” yang ditulis Sam Setyautama, dijelaskan bahwa Lieus Sungkharisma memiliki nama asli Li Xue Xiung. Dia lahir di Cianjur, Jawa Barat, 11 Oktober 1959. Sejak muda, Lieus memang sudah dikenal sebagai aktivis. Dia pernah menjadi Bendahara Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan sempat menjadi kader Partai Golkar. Dia juga pernah aktif di AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) dan merupakan mantan ketua Generasi Muda Buddhist Indonesia (Gema Budhi). Lalu ketika Lieus menjadi pengusaha, dia sempat menjadi Ketua Perhimpunan Pengusaha Tionghoa DKI Jakarta dan Ketua Umum Multi Culture Society sekaligus Vice President The World Peace Comittee. Selain itu, Lieus juga pernah mengelola Tabloid Naga Post.

Jadi Kader Golkar dan Mendirikan Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti)

Lantas, pada 5 Juni 1998, Lieus bersama Gunawan Tjahjadi dan enam kawan lainnya mendirikan Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti). Dalam buku “Setelah air mata kering: masyarakat Tionghoa pasca-peristiwa Mei 1998” yang disusun oleh I. Wibowo dan Thung Ju Lan, dijelaskan bahwa partai ini didirikan karena keresahan Lieus dan kawan-kawannya atas ketidakdilan yang kerap dialami etnis Tionghoa. Menurut Lieus, selama masa 32 tahun kepemimpinan Pemerintah Orde Baru Soeharto, hak politik masyarakat Tionghoa telah dikebiri. Meskipun dia sendiri pernah menjadi kader Golkar. Melalui Parti, Lieus dan kawan-kawannya berjuang untuk menyuarakan semangat nasionalisme keindonesiaan dari masyarakat Tionghoa.

Mengkritik MRT Jokowi-Ahok, Tapi Dukung Jokowi Jadi Presiden

Saat proyek Moda Raya Terpadu (MRT) digagas oleh Jokowi-Ahok ketika masih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Lieus termasuk orang yang giat mengkritik proyek ini. Dia sempat menjadi Koordinator masyarakat peduli MRT Fatmawati. Namun uniknya, ketika Jokowi maju sebagai calon presiden 2014, Lieus lantas mendukungnya.

Sebagai bentuk dukungannya kepada Jokowi, Lieus sampai menggelar lomba menulis ‘Surat Untuk Jokowi’. Hadiah yang dijanjikan untuk pemenang lomba menulis ini juga cukup lumayan, tiga pemenang utama mendapatkan uang jutaan rupiah dan tablet merk teranyar. Sedangkan untuk dewan jurinya, Lieus mengamanahkannya kepada Cendekiawan Muslim Komaruddin Hidayat sampai penulis novel Dewi Lestari.

Kecewa kepada Ahok, Mendukung AHY-Sylvi

Pada tahun 2016, Lieus yang sejatinya pernah mendukung Jokowi untuk Pilpres 2014, tak secara otomatis mendukung Ahok-Djarot dalam Pilgub DKI 2017. Dia mengaku kecewa dengan kepemimpinan Ahok yang dia nilai bermasalah. Menurutnya, dalam kasus RS Sumber Waras, dia menganggap Ahok sudah menyelewengkan uang pajak rakyat.

Maka dari itu, pada Pilgub DKI 2017, dia mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Dukungan itu dia buktikan melalui deklarasi relawan Barisan Teman Agus-Sylvi (BATAS). Melalui BATAS, Lieus berjuang menggalang suara masyarakat Tionghoa untuk Agus-Sylvi. Meskipun pada akhirnya paslon yang dia dukung itu tersingkir.

Jadi aktivis #2019gantiPresiden

Lantas, pada tahun 2018 dia kembali berbalik arah. Jika pada 2014 dia mendukung Jokowi, maka pada 2018 dia justru ikut menjadi bagian gerakan #2019GantiPresiden. Dia merasa kecewa dengan kepemimpinan Jokowi selama menjadi presiden. Sehingga dia memutuskan untuk mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Dukungan itu, Lieus buktikan dengan menjadi Koordinator Forum Aspirasi Rakyat (FAR). Forum ini berisi tokoh Tionghoa dari beragam profesi yang mendukung paslon 02 Prabowo-Sandi.

Bukan hanya sampai di situ saja. Guna menggelorakan gerakan #2019GantiPresiden, dia juga ikut membuat video clip lagu #2019GantiPresiden bersama tokoh pro Prabowo lainnya, seperti Ahmad Dhani dan Fadli Zon. Semenjak itu, Lieus selalu nampak hadir dalam sejumlah acara kampanye dan deklarasi ‘klaim’ kemenangan paslon 02 Prabowo-Sandi.

Lieus Dipolisikan, Lalu Ditangkap

Ternyata kini manuver Lieus tak berjalan mulus. Pada Rabu (8/5/2019) Lieus dilaporkan ke polisi atas tuduhan tindakan makar. Dia dilaporkan bersama dengan Kivlan Zen atas tuduhan yang sama. Laporan terhadap Lieus terdaftar dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim. Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 87 dan atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

Tuduhan makar ini sendiri didasarkan atas sebuah video pidato Lieus yang sarat akan muatan makar.

Namun, akhirnya pada hari ini, Senin (20/5/2019) Lieus dibawa ke Polda Metro Jaya setelah ditangkap di rumahnya di Jalan Keadilan, Jakarta Barat. Kedua lengan Lieus tampak diborgol cable ties.

Pantauan detikcom, Lieus tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, pukul 10.14 WIB. Ia dikawal 5 polisi dan berjalan memasuki gedung Dit Reskrimum itu.

Dia pun memprotes proses penangkapan polisi atas dirinya yang dia nilai tak adil. Lieus merasa diperlakukan seperti ogoh-ogoh (patung Bhuta Kala yang dibawa pada pawai perayaan hari raya Nyepi).

“Saya langsung ditarik, saya diangkat kayak ogoh-ogoh ya kan,” kata Lieus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019).

“Jadi nggak adil lah ini,” cetusnya.

Simak Juga “Rumah Tempat Lieus Sungkharisma Ditangkap Kerap Kosong”:

[Gambas:Video 20detik]

(rdp/fjp)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran

10 Atlet Panjat Tebing Indonesia Siap Berjuang Rebut Tiket Olimpiade Tokyo 2020

TRIBUNNEWS.COM – Sebanyak 10 atlet panjat tebing Indonesia telah dipilih oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk berburu tiket Olimpiade Tokyo 2020.

Pada bagian putra, telah terpilih lima atlet yang akan mewakili Indonesia.

 Mereka yakni Alfian M Fajri (Jawa Tengah), Aspar Jaelolo (DKI Jakarta), Fathur Roji (Jatim), Rivaldi Ode R (Bali), dan Sabri (Kalimantan Utara).

Atlet putri akan diperkuat Aries Susanti Rahayu (Jawa Tengah), Nurul Iqamah (NTB), Fitria Hartani (Jawa Timur), Salsabila (Jabar), dan Choirul Umi (Jawa Timur).

Selama berlatih, para atlet ini akan didukung dua atlet sebagai sparring partner yakni Jamal Alhadad dari Kalimantan Timur dan Rahmayuna Fadillah dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada pula atlet yang terdegradasi yakni Temi Teli Lasa (Bali) dan mengundurkan diri yakni Agustina Sari (Jawa Tengah).

Oleh karena itu, dipilihlah atlet berbakat dengan kriteria yang sudah ditetapkan dan terukur misalnya catatan prestasi dan peringkat nasional.

BACA SELENGKAPNYA DI SINI

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran

Sederet Alasan Bawaslu Tolak Laporan BPN Soal Kecurangan TSM




Jakarta
Laporan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengenai dugaan kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dimentahkan Bawaslu. Bukti-bukti yang diajukan BPN disebut Bawaslu tidak memenuhi kriteria kecurangan TSM.

Selain itu Bawaslu memberikan berbagai alasan atas penolakannya atas laporan BPN itu. Berikut alasan Bawaslu:

Sebelumnya Bawaslu membacakan 2 putusan pendahuluan atas laporan BPN yaitu laporan yang diregistrasi atas nama Djoko Santoso dan laporan atas nama Dian Fatwa. Kedua laporan itu ditujukan pada terlapor yaitu pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Untuk laporan pertama, Bawaslu menyebut bukti yang diajukan BPN hanya berupa hasil cetak atau print-out dari media daring atau online sebanyak 73 serta 2 kasus penanganan pelanggaran pemilu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut Bawaslu, bukti itu tidak memenuhi kriteria karena tidak ada dokumen atau video yang menunjukkan terlapor yaitu Jokowi dan Ma’ruf melakukan kecurangan TSM yang dilaporkan.

“Bukti print-out berita online tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus didukung bukti lain, berupa dokumen surat maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan yang dilakukan aparat struktural baik pemerintah maupun penyelenggara pemilihan umum yang terhubung langsung dengan terlapor, sehingga kualitas bukti memenuhi kriteria dalam peraturan perundang-undangan,” ujar anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo saat membacakan putusan di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Selain itu Bawaslu tidak menemukan bukti yang menunjukkan adanya pertemuan dan perencanaan kecurangan baik yang dilakukan Jokowi maupun Ma’ruf. Hal itu menurut Ratna penting apabila BPN ingin melaporkan dugaan kecurangan yang sifatnya sistematis.

“Bukti adanya perbuatan yang sistematis yang dilakukan terlapor adalah bukti yang wajib dimasukkan oleh pelapor dalam laporan karena menyangkut syarat kumulatif dari bukti dugaan pelanggaran administratif pemilu yang terjadi secara TSM, sehingga dengan tidak adanya bukti yang menunjukkan adanya perbuatan yang sistematis dilakukan terlapor membuat laporan pelapor tidak memenuhi persyaratan bukti sistematis,” kata Ratna.

Dari sisi masif, menurut Ratna, BPN tidak pula menyertakan buktinya. Perbuatan kecurangan yang masif menurut Ratna setidaknya terjadi pada 50 persen dari jumlah seluruh provinsi.

Sedangkan untuk laporan kedua yang diajukan Dian Fatwa selaku Sekjen Relawan IT BPN disebut Bawaslu setali tiga uang dengan laporan sebelumnya. Bukti yang diajukan BPN disebut Bawaslu hanya berupa tautan atau link dari berita media daring.

“Pelapor memasukkan bukti berupa link berita. Bukti link berita tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh alat bukti lain baik berupa dokumen, surat, maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan dilakukan baik pemerintah maupun penyelenggara pemilihan umum yang terhubung langsung dengan terlapor sehingga kualitas bukti memenuhi kriteria peraturan perundang-undangan,” ujar anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar.

“Bukti adanya perbuatan yang sistematis yang dilakukan terlapor adalah bukti yang wajib dimasukkan oleh pelapor dalam laporan karena menyangkut sarat kumulatif dari bukti dugaan pelanggaran administratif pemilu yang terjadi secara TSM. Sehingga dengan tidak adanya bukti yang menunjukkan adanya perbuatan yang sistematis dilakukan terlapor membuat laporan pelapor tidak memenuhi persyaratan bukti sistematis,” imbuh Frizt.

Pun terkait dengan dugaan kecurangan yang masif, dalam laporan kedua ini disebut Bawaslu tidak didukung bukti lain yang menunjukkan kecurangan yang terjadi pada setidaknya 50 persen dari keseluruhan provinsi. Bukti berupa tautan berita disebut Bawaslu tidak bisa berdiri sendiri.

“Perbuatan masif, pelapor memasukkan bukti berupa link berita. Sebelumnya, telah diurai di atas bahwa bukti link berita tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh alat bukti lain baik berupa dokumen, surat, maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan masif yang dilakukan terlapor yang terjadi paling sedikit di 50 persen dari jumlah provinsi di Indonesia,” tutupnya.

Simak Juga “Lagi-lagi Kurang Bukti, Kini Laporan Relawan IT BPN Ditolak Bawaslu”:

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/dhn)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: http://www.tribunnews.com/sport/2019/05/20/lolos-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-sempat-kena-teguran