Puan Maharani harap Pemilu 2019 bebas SARA

In nasional

Palembang (ANTARA News) – MenterI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, berharap Pemilu 2019 bebas dari isu SARA dengan majunya pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. 

Puan usai meninjau areal olahraga Jakabaring di Palembang, Sabtu, mengharapkan pilpres 2019 bisa menyatukan bangsa dengan menjaga persatuan dan kesatuan.

“Nasionalis religius seperti yang disampaikan Pak Jokowi. Saya harapkan bisa menyatukan semua komponen bangsa ini untuk bisa bersama-sama dalam melaksanakan pesta demokrasi yang aman, nyaman, bebas SARA, dan tetap saja menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Puan menanggapi pasangan calon presiden-wakil presiden Jokowi-Ma’ruf.

Puan mengatakan Jokowi-Ma’ruf itu calon terbaik untuk bisa berpartisipasi dalam kompetisi pemilihan presiden untuk masa jabatan 2019-2024.

Dia bersyukur satu proses tahapan Pemilu 2019, yakni pendaftaran capres-cawapres telah terlewati dan siap melanjutkan proses berikutnya.

Dia juga menilai Prabowl Subianto dan Sandiaga Uno yang akan menjadi lawan dari pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Kerja merupakan putra terbaik Indonesia.

“Pak Prabowo dan Pak Sandi merupakan putra-putra terbaik Indonesia juga dalam artian bayangkan 260 juta orang ternyata cuma empat yang bisa maju capres dan cawapres dengan aturan undang-undang yang ada. Artinya putra terbaik bangsa yang akan bertarung untuk memperjuangkan bangsa ini ke depan,” jelas dia.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Related Search

Tags: #berita #grezz #keamanan #nasional #politik

Anda sedang membaca artikel tentang Puan Maharani harap Pemilu 2019 bebas SARA. Silahkan baca artikel Berita Grezz Terbaru tentang nasional lainnya. Semoga bermanfaat ...

Cegah kanker sejak dini
Palembang (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi (Pemprov)
TKN Jokowi-Maruf teruskan iklan sosialisasi nomor rekening
(Antara)-Tim Kampanye Nasional, Jokowi-Ma’ruf, menyebut iklan rekening
Ahli KPK: Tangkap tangan pelaku rasuah tidak butuh perintah
Jakarta (ANTARA News) – Ahli hukum pidana
PDIP: Janji Dana Kelurahan Jokowi Usulan dari Bawah
Jakarta – Presiden Joko Widodo menjanjikan Dana

Top