Ahok Ungkap Hubungan Anaknya dengan Puput Nastiti Devi, Dulu Akrab Kini Berubah Sejak Pernikahan

TRIBUNNEWS.COM – Bicara jujur, Ahok ungkap hubungan Puput Nastiti Devi yang kini menjadi istrinya dengan anak Veronica Tan memang ada kendala.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam vlog di channel Youtube Panggil Saya BTP, Rabu (17/07/2019).

Putra sulung Ahok, Nicholas Sean, memang pernah menyebutkan bahwa ia mendukung apapun yang akan membuat ayahnya bahagia.

Dari Nicholas Sean pula diketahui bahwa Ahok dan Puput Nastiti Devi telah resmi menikah.

Ketika ditemui oleh tim Grid.ID, Nicholas Sean membenarkan bahwa Ahok telah resmi menikahi Puput Nastiti Devi.

 Tak Ingin Puput Nastiti Dinilai Negatif, Ahok BTP Ungkap Masa Lalunya dengan Veronica Tan

“Iya benar (sudah menikah),” ungkap putra sulung BTP, Nicholas Sean, saat ditemui di Jakarta Selatan pada Jumat (5/7/2019).

Selain mengonfirmasi soal pernikahan Ahok dan Puput Nastiti Devi, Sean juga menceritakan perasaannya.

Ia mengatakan tak mau ambil pusing terhadap isu asmara yang sering menerpa ayahnya.

Ahok, Puput Nastiti Devi, Nicholas Sean
Ahok, Puput Nastiti Devi, Nicholas Sean (TribunStyle.com Kolase/ Instagram @btp_fans_club @nachoseann)

“Menurut saya, saya tidak terlalu perduli sih dengan isunya,” ungkap Nicholas Sean.

 Dituding Selingkuh dengan Puput Nastiti Devi, Ahok Beri Tanggapan, Ini yang Terjadi Sebenarnya

Bagi Sean, yang terpenting adalah kebahagiaan Ahok, sang ayah.

HALAMAN SELANJUTNYA ==============================

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan

Arkeolog Temukan Masjid 1200 Tahun di Israel

Arkeolog Temukan Masjid 1200 Tahun di Israel

Para arkeolog mengumumkan telah menemukan masjid berusia 1200 tahun di Gurun Negev di Israel selatan. “Sebuah masjid kecil di kota – yang berasal dari abad ke-7 atau ke-8 – akan menjadi penemuan langka di mana pun di dunia, tetapi terutama di daerah utara Be’er Sheva,” kata direktur penggalian Jon Seligman dan Shahar Zur. Be’er Sheva adalah kota terbesar di Gurun Negev.

Tidak ada struktur serupa yang pernah ditemukan di daerah tersebut.

Masjid itu adalah sebuah bangunan persegi panjang yang beratap dengan ceruk bundar, dan disejajarkan dengan arah Mekkah. Para peneliti percaya masjid itu kemungkinan digunakan oleh petani di daerah itu, karena jejak pertanian dari abad ke-6 atau ke-7 juga ditemukan saat penggalian.

Pemukiman kecil juga ditemukan, termasuk rumah-rumah dengan ruang tamu, halaman, ruang penyimpanan dan perapian untuk persiapan makanan.

Arkeolog Gideon Avni mengatakan penemuan tersebut adalah salah satu masjid tertua di wilayah yang kini disebut sebagai Israel, daerah tersebut pertama kali ditaklukkan oleh bangsa Arab pada tahun 636.

vlz/hp (KNA, dpa)

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan

Hasil dan Klasemen Liga 1 2019 – Persija di Zona Degradasi, Tira

TRIBUNNEWS.COM – Liga 1 2019 telah rampung mementaskan 9 laga pekan kesembilan, berikut hasil dan klasemen lengkap putaran tersebut.

Pekan kesembilan Liga 1 2019 dibuka dengan partai Persipura Jayapura kontra tim bertabur bintang, Madura United, di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (16/7/2019).

Persipura yang belum menang hingga pekan kesembilan akhirnya memetik tiga angka pertama di Liga 1 2019 usai menumbangkan Madura United.

Gol tunggal Boaz Solossa menjadi pembeda dan memastikan kemenangan tim Mutiara Hitam.

(Baca Juga: Hujan Gol Tercipta, Derbi Kalimantan Dimenangi Borneo FC)

Di waktu yang hampir bersamaan, terjadi hujan gol di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

PS Tira-Persikabo yang menjadi tuan rumah sukses mencukup Persija Jakarta dengan skor 5-3, Selasa (16/7/2019).

Trisula Tira-Persikabo, Loris Arnaud, Osas Saha, dan Ciro Alves, unjuk gigi dengan mencetak gol ke gawang tim juara bertahan Liga 1.

Kekalahan tersebut membuat Persija harus terperosok ke posisi 17 klasemen sementara disalip Persipura.

BACA SELENGKAPNYA

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan

Horeee Ajang GIIAS Jadi Penanda Honda Monkey Dijual, Banderolnya Rp 65 Juta

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Dalam dua pameran besar yang diikuti PT Astra Honda Motor (AHM) yakni IMOS 2018 dan IIMS 2019, mereka selalu menampilkan Honda Monkey sebagai display.

Namun di ajang GIIAS 2019 ini, akhirnya merek asal Jepang tersebut secara resmi memasarkan Honda Monkey untuk pasar Indonesia.

“Kami menghadirkan sepeda motor ikonik Honda Monkey dengan aura gagah pada keseluruhan tampilannya didukung berbagai teknologi dan fitur modern,” ujar Toshiyuki Inuma, selaku President Director AHM, Kamis (18/7/2019).

“Kami optimis Honda Monkey dapat memberikan daya pikat tersendiri sekaligus menghadirkan kesenangan berkendara di segmen sepeda motor hobi di Indonesia,” imbuhnya.

Inuma menjelaskan, motor ini mengusung konsep produk Iconic-Fun Bike, yang mana Honda Monkey masih tetap mempertahankan garis desain dari generasi pertama yang diperkenalkan sejak 1961.

Setiap permukaan bodi dan fiturnya didesain secara terpisah, dengan lekuk yang simpel dan menarik.

Lebih lanjut Johannes Loman, selaku Executive Vice President Director AHM menambahkan, dipasarkannya Honda Monkey ini juga untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan sebuah motor sebagai bagian dari gaya hidupnya.

Baca: Mobil Cerdas Glory i-Auto Dijanjikan Hadir di Penghujung Tahun Ini

“Kami berupaya untuk terus berinovasi dalam memberikan beragam pilihan sepeda motor sebagai bagian dari gaya hidup konsumen yang juga semakin beragam,” tambah Johannes Loman.

 “Kehadiran Honda Monkey tentunya akan menjadi pilihan bagi para pengendara yang menginginkan sepeda motor berdesain tak lekang oleh waktu sebagai bagian dari cara mereka mengekspresikan diri,” imbuhnya.

Lantas bagaimana dengan spesifikasinya?

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan

Usni Tak Setuju Wacana Buwas Jadi Calon Ketua Umum PPP

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kader Muda Ka’bah, Usni Hasanudin mengaku tidak setuju apabila nama mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Budi Waseso (Buwas) masuk sebagai bursa calon Ketua Umum PPP saat digelarnya Muktamar nanti.

“Kami tidak setuju Buwas jadi calon Ketua Umum PPP. Alasannya karena tidak rasional,” kata Usni kepada wartawan, Kamis (18/7/2019).

Menurut dia, Buwas secara aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Persatuan Pembangunan tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua umum. Sebab, calon ketua umum itu diatur AD/ART minimal menjadi pengurus satu periode sebelumnya.

Ia menjelaskan sosok yang ideal menjadi calon Ketua Umum PPP tidak harus dari luar, karena jika dari luar maka akan terjadi gesekan di internal.

Baca: Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Laporkan Politisi PSI, Rian Ernest

Baca: BREAKING NEWS : Alat Vital Bayi Digigit Anak Anjing Peliharaan Ayahnya

Baca: Galih Ginanjar Pengangguran? Barbie Kumalasari: Enggak Mungkin Dong Dia Bisa Perawatan Mahal

Selain itu, percuma juga selama ini teriak PPP sebagai partai kader tapi tidak punya kepercayaan mendorong kadernya sendiri memimpin partai.

“Kalau dari luar atau eksternal partai, ini kan lucu. Untuk apa selama ini berteriak bahwa PPP adalah partai kader, tetapi tidak memiliki kepercayaan diri mendorong kader sendiri,” jelas dia.

Usni menegaskan PPP memiliki basis sosiologis yang jelas, sehingga sangat tidak mungkin mengambil dari luar untuk calon ketua umum. Apalagi, internal PPP juga tidak kekurangan kader.

“Masih banyak yang mumpuni seperti Zainut Tauhid yang kini sebagai Waketum MUI, Ahmad Muqowam yang duduk sebagai Anggota DPD RI, Ahmad Farial serta banyak lagi yang lain. Tapi kenapa harus mengambil dari luar?,” katanya.

Ia menyarankan kepada seluruh pengurus PPP agar Muktamar sebagai momentum untuk ajang persatuan, sehingga tidak ada perpecahan lagi atau dualisme di tubuh PPP. Maka, calon ketua umum juga harus diperhatikan untuk mencapai tujuan persatuan tersebut demi kejayaan kembali partai.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso alias Buwas tegas membantah isu liar dirinya akan menjadi kader PPP. “Enggak lah. Saya ini kan bukan orang kader Parpol,” kata Buwas di Jakarta.

Buwas mengaku dirinya bukan orang politik dan tidak pernah terpikir terjun ke dunia politik.

Menurut Buwas, dirinya tidak mumpuni masuk partai politik. Untuk itu, dirinya sama sekali tidak terpikir akan terjun ke dunia politik bersama partai. “Saya bercermin pada diri saya sendiri. Kalau tidak bisa ya jangan memaksakan,” katanya.

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan

Saksikan Owi/Winny Bertanding, Butet: Oh, Ternyata Begini Rasanya Jadi Penonton

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Legenda bulutangkis Indonesia Liliyana Natsir hari ini Kamis (18/7/2019) terlihat hadir di Istora Senayan, Jakarta.

Butet sapaan akrabnya datang dengan mengenakan pakaian casual. Kehadirannya kali ini diakui sengaja untuk melihat pebulutangkis Indonesia yang tengah bertanding, lebih khusus Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

Dalam sesi konferensi pers, Butet menceritakan bagaiman ia sangat menikmati kehidupannya pasca-pensiun.

“Ya memang rasanya beda ya waktu jadi atlet itu seminggu atau sebulan sebelumnya sudah persiapan apalagi main di sini, pasti ingin yang terbaik. Terus kegiatanya kan cuma dari hotel ke hall, tempat latihan,” kata Butet

“Sekarang bedanya lebih rileks. Mepet-mepet datang, nonton siapa tinggal pilih, duduk manis nonton, tidak harus persiapan,”  sambungnya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan ini Butet juga mengaku sangat takjub dengan perjuangan para penonton di Istora Senayan.

Pujian pun ia lontarkan, sebabnya Butet merasakan bagaimana rasanya jadi penonton saat melihat atlet Indonesia berlaga.

“Saya salut juga sama penonton di istora ini. Saya saja nonton baru berapa jam saja pegal, capek belum campur tegang, karena kepengin kan indonesia menang. Rasanya apa ya, oh ternyata gini jadi penonton,”

“Saya salut juga sama penonton yang stand by dari pagi, ngantre beli tiket, nonton sampai malam. Kalian luar biasa, karena saya baru merasakan. Selama ini jadi atlet yang kita pikirkan persiapan, main habis main pulang kondisi lagi, ternyata penonton juga capek juga,” pungkasnya.

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan

Kasus Edit Foto Kelewat Cantik di MK: Awal Mula Kasus hingga Tanggapan Terkini Evi Apita Maya

TRIBUNNEWS.COM – Kasus gugatan sengketa Pemilu 2019 dengan termohon calon anggota DPD RI Nusa Tenggara Barat (NTB), Evi Apita Maya kini tengah berproses di Mahkamah Konstitusi.

Evi digugat oleh pemohon Prof Dr Farouk Muhammad, pesaingnya dalam Pemilu 2019 lalu karena Evi dianggap mengedit fotonya secara berlebihan.

Berikut rangkuman kasus edit foto Evi berlebihan sebagaimana dirangkum dari Kompas.com, Kamis (18/7/2019):

1. Awal Mula Kasus

Dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat, Selasa (14/5/2019), ada pengaduan dari saksi calon anggota DPD RI, Farouk Muhammad dan Oni Husaini Alzufri terkait kecurangan pemilu.

Fotocalon anggotaa DPD RI Evi Apita Maya yang dipersoalkan oleh saksi Farouk Muhammad yang mengangap Evi melakukan pemalsuan dokumen karena fotonya jadi cantik. Evi sendiri lolos ke Senayan lantaran foto cantiknya tersebut.
Fotocalon anggotaa DPD RI Evi Apita Maya yang dipersoalkan oleh saksi Farouk Muhammad yang mengangap Evi melakukan pemalsuan dokumen karena fotonya jadi cantik. Evi sendiri lolos ke Senayan lantaran foto cantiknya tersebut. (Dok. Istimewa)

Dalam laporan KPU, Evi diduga melakukan politik uang dengan membagikan sembako saat kampanye dan pemalsuan foto untuk meraih suara terbanyak. Evi dituduh menggunakan foto lama sebagai syarat administrasi pencalonan anggota DPD RI.

“Saksi melaporkan bahwa adanya pemalsuan dokumen atau gambar pengunaan foto, sebagai persyaratan administrasi calon perseorangan anggota DPD RI. Semestinya bakal calon mengunakan foto terbaru maksimal 6 bulan sebelum pendaftaran di KPU,” kata komisioner KPU NTB Syamsudin.

Baca: Editan Foto Kelewat Cantik Jadi Dalil Gugatan, Evi Apita Maya: Harga Diri Saya Sudah Terinjak-injak

Farouk kemudian menggugat hasil pemilu DPD yang ditetapkan KPU ke MK.

Dalam dalilnya, Farouk mempersoalkan foto pencalonan pesaingnya bernama Evi Apita Maya yang juga maju di Dapil NTB.

Menurut Farouk, Evi telah memanipulasi dengan mengedit foto pencalonan dirinya di luar batas wajar.

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan

Kapan Waktu Terbaik Liburan ke Singapura?

TRIBUNNEWS.COM – Singapura menjadi negara di Asia Tenggara yang selalu ramai dikunjungi wisatawan untuk liburan.

Memiliki lokasi yang strategis dengan beragam atraksi, nergara berjuluk Negeri Seribu Satu Larangan ini menjadi destinasi favorit liburan luar negeri.

Bagi kamu yang ingin liburan ke Singapura, ada baiknya untuk mencari waktu terbaik liburan ke sana, agar liburanmu makin berkesan.

Dilansir TribunTravel dari laman Skyscanner, berikut ini waktu terbaik liburan ke Singapura:

1. Berburu diskon di bulan Juni

Singapura menjadi salah satu pusat mode di kawasan Asia Tenggara dengan beragam butik milik desainer ternama.

Bagi kamu pecinta belanja, bulan Juni hingga Agustus menjadi waktu terbaik liburan ke Singapura.

Di bulan Juni bertepatan dengan dengan masa liburan sekolah dan agenda Singapore Great Sale.

Saat event ini berlangsung, kamu akan menemukan berbagai jenis barang yang dijual dengan harga cukup miring.

BACA SELENGKAPNYA

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan

Kata Karenina Sunny, di Penjara Steve Emmanuel Lagi Senang Menulis

TRIBUNNEWS.COM – Steve Emmanuel harus menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba. Permohonan rehabilitasinya ditolak.

Lantas apa yang menjadi kegiatannya di balik jeruji besi? Rupanya Steve Emmanuel menulis banyak skrip atau naskah.

Adik kandung Steve, Karenina Sunny mengatakan, kebiasaan itu dilakukan sang kakak karena senang membaca buku.

“Dia lagi senang nulis skrip, senang baca banyak buku, banyak di rumah buku suka bikin list gitu (untuk dibawakan ke Steve),” ucap Karenina saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Baca: Saat Vonis Dibacakan Hakim, Steve Emmanuel Sibuk Garuk-garuk Leher

Baca: Dulu Populer sebagai Vokalis Band, Kini Andika Mahesa Jualan Beras untuk Penghasilan Tambahan

Baca: Pengusaha Kaya Raya Belum Tentu Luluhkan Hati Ayu Ting Ting, Ini yang Dicarinya dari Sosok Lelaki

Menurut Karenina, ragam skrip yang ditulis Steve Emmanuel bervariasi. Salah satunya, kata Karenina, adalah skrip tentang peristiwa pembajakan pesawat Woyla Garuda Indonesia.

Karenina Sunny, adik dari Steve Emmanuel saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Kamis (18/7/2019).
Karenina Sunny, adik dari Steve Emmanuel saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Kamis (18/7/2019). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

“Ceritanya banyak ada yang tentang sejarah Indonesia, yang dia nulis. Ada tentang yang kejadian teroris pembajakan yang pesawat Garuda (Woyla),” ujarnya.

Baca: Keyakinan Roy Marten Setelah Gading Pisah dengan Gisel

Menurut rencana, skrip yang ditulis Steve akan dibuat untuk alur cerita film.

“Skripnya siapa tahu mau dipakai buat apa, tetapi lebih buat film sih, skrip dari yang banyak dia pelajari, dia bikin naratif gitu,” kata Karenina.

Adapun, peristiwa pembajakan pesawat Garuda Indonesia bernama Woyla terjadi pada 28 Maret 1981.

Pesawat dengan nomor penerbangan 206 itu dibajak lima orang teroris. Rute awal pesawat tersebut adalah Palembang-Medan.

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan

KPK Kembali Panggil Rizal Ramli Jadi Saksi Dalam Kasus BLBI Jumat Besok

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin), Rizal Ramli, Jumat (19/7/2019) besok.

Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) periode 2000-2001 itu bakal memberikan kesaksiannya terkait kasus korupsi pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Tahun 2004 sehubungan dengan pemenuhan kewajiban penyerahan aset oleh obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

“Besok diagendakan pemeriksaan Rizal Ramli sebagai saksi dalam perkara ini dengan tersangka SJN (Sjamsul Nursalim) dan ITN (Itjih Nursalim),” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada pewarta, Kamis (18/7/2019).

Baca: Sempat Konflik Akibat Lahan, Wali Kota Tangerang-Kemenkumham Damai

Baca: Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Laporkan Politisi PSI, Rian Ernest

Baca: BREAKING NEWS : Alat Vital Bayi Digigit Anak Anjing Peliharaan Ayahnya

Baca: Oesman Sapta Odang Berharap Pimpinan MPR Dipilih Secara Musyawarah

Sedianya, Rizal Ramli dipanggil KPK, Kamis (11/7/2019) pekan lalu.

Namun, ia meminta penjadwalan ulang.

Sekadar informasi, pada 2 Mei 2017, Rizal Ramli pernah mengungkapkan bahwa kasus dugaan korupsi BLBI terjadi karena beberapa faktor.

Salah satunya adalah kesalahan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Rizal Ramli mengatakan, kebijakan pemberian BLBI saat krisis pada 2002 dikeluarkan melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2002 tentang Pemberian Jaminan Jaminan Kepastian Hukum Kepada Debitur yang Telah Menyelesaikan Kewajibannya atau Tindakan Hukum Kepada Debitur yang Tidak Menyelesaikan Kewajibannya Berdasarkan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham.

Melalui Inpres tersebut, Bank Indonesia lalu menggelontorkan bantuan kepada 48 bank yang nyaris kolaps dengan jumlah mencapai Rp147,7 triliun.

Sumber: https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/19/ahok-ungkap-hubungan-anaknya-dengan-puput-nastiti-devi-dulu-akrab-kini-berubah-sejak-pernikahan