Kenalkan coding untuk anak lewat kelas mini di Bekraf Habibie Festival

Jakarta (ANTARA News) – Salah satu gerai di pameran teknologi dan inovasi Bekraf Habibie Festival dipenuhi anak-anak yang berkerumun di meja berisi komputer tablet yang dilengkapi keyboard eksternal, sekilas mereka seperti asyik main gim.

Coding Indonesia sengaja membuka kelas mini terdiri dari empat meja, masing-masing berisi empat tablet agar anak-anak tertarik mengenal coding. Anak-anak di setiap meja ditemani seorang tutor untuk menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan agar objek yang dibuat bisa bergerak.

“Kami pakai cara anak-anak, jangan dibilang belajar matematika, tapi main komputer, main gim,” kata pendiri Codingcamp.id, Kurie Suditomo, saat ditemui di Bekraf Habibie Festival di JIExpo Kemayoran, Kamis.

Codingcamp.id membuka kelas belajar coding usia 9 hingga 15 tahun agar anak-anak yang berminat dapat mengetahui hal-hal di balik gim yang sering mereka mainkan.

Berdasarkan pengalaman Kurie sejak 2013, kebanyakan orang tua yang datang padanya khawatir mengenai kebiasaan anak-anak mereka bermain gim.

Baca juga: Bekraf Habibie Festival ingin akrabkan masyarakat dengan teknologi

Kurie menegaskan belajar coding bukan terapi atau solusi untuk mengatasi hobi anak bermain gim, tapi menawarkan sudut pandang lain untuk mengenal bagaimana pembuatan gim yang mereka mainkan.

Di kelas coding, anak-anak memakai engine Scratch yang diperkenalkan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan diajarkan membedah gim, misalnya bagaimana karakter dapat bergerak.

Coding untuk anak-anak berbeda dengan yang diajarkan di perguruan tinggi. Kelas anak-anak ini mengandalkan program sederhana yang banyak memuat tampilan secara visual.

“Ini pendekatan matematika yang sangat anak-anak karena coding itu visual. Tujuannya, bukan untuk mencetak engineer, tapi, mengasah pola pikir,” kata Kurie.

Belajar coding, menurut dia, mengasah kemampuan berlogika anak-anak dalam memecahkan masalah sekaligus melatih kesabaran.

Suasana kelas mini Codingcamp.id di Bekraf Habibie Festival 2018 di JIExpo Kemayoran, Kamis (20/9). (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Dengan frekuensi belajar seminggu sekali, per sesi 90 menit, di tingkat pemula, anak-anak diharapkan dapat membuat gim sederhana selama periode tiga bulan belajar. Semakin tinggi usia belajar coding, target pun berbeda. Di usia SMP misalnya, anak-anak diharapkan memahami HTML dan dapat membuat website.

Codingcamp.id juga mengenalkan coding melalui kerja sama dengan sejumlah sekolah swasta di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

Kurie memimpikan program edukasi ini di masa datang lebih banyak menjangkau anak-anak yang berasal dari kelas menengah ekonomi ke bawah karena dia meyakini belajar coding bukan hanya untuk orang-orang berduit.

Harapannya, jika anak-anak yang kurang beruntung ini bisa mengenal komputer, mereka akan memiliki kemampuan baru yang dapat dia gunakan untuk memperbaiki keadannya.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More

Erick Thohir Enggan Disebut Bapak-bapak di Hadapan Perempuan Keren

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menggelar kegiatan deklarasi bertajuk ‘Indonesia maju bersama perempuan keren di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, Senin (22/10/2018).

Pantauan Tribunnews, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah relawan perempuan yang yang mengatasnamakan Perempuan Keren (kreatif, energik, religius dan nasionalis).

Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir terlihat hadir ditengah-tengah ratusan kaum perempuan tersebut.

Erick yang tampak mengenakan kemeja putih langsung ‘diserbu’ oleh puluhan wanita yang memadati kawasan Citos.

Baca: Disney, Salah Satu Alasan Vidi Aldiano Suka Musik

Mereka berebut untuk berfoto dengan eks Ketua Inasgoc itu.

Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan TKN Jokowi-Ma’ruf, Ida Fauziah bersama Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Christine Hakim, Tina Talisa, Nuriul Arifin juga menyambut kedatangan Erick Thohir.

Diawal sambutannya, Ida menyebut kalau Erick enggan disebut bapak saat hadir di acara deklarasi bertajuk ‘Indonesia Maju Bersama Perempuan Keren‘ itu.

“Tadi pak Erick sampaikan, dia enggan disebut bapak. Maunya disapa Mas Erick, karena mau ketemu Perempuan Hebat,” kata Ida Fauziah yang langsung disambut riuh hadirin.

Dalam kesempatan itu, Erick memuji tim penggalangan perempuan yang telah memunculkan perempuan keren.

Baca: ATM BCA di Mojokerto Dibobol, Uang Rp 673,7 Juta Raib, Cat Semprot Jadi Modal Pelaku Hilangkan Jejak

“Lebih kagum lagi, ketika saya rapat pertama bersama tim penggalangan wanita, di bawah kepemimpinan ibu Ida, bahwa perempuan keren ini artinya luar biasa, yaitu keren artinta kreatif, enerjik, religius, dan nasionalis, ini luar biasa,” kata Erick.

Erick juga menyebut, peranan perempuan sangat penting untuk kemajuan Indonesia.

Terutama dalam membangun pendidikan, keluarga dan membentuk generasi yang akan datang.

“Indonesia membutuhkan perempuan kreatif untuk menjaga kesetaraan, mengelola sesama, dalam keluarga keluarga dalam segala bidang termasuk seosial ekonomi dengan semangat tinggi, dan enerjik untuk terus bergerak maju,” papar Erick.

Sementara itu, acara ini juga diisi dengan diskusi dengan sejumlah nara sumber dari ekonom, kaum perempuan, atlet Asian Gemas dan Asian Para Games serta enterprener muda Angkie Yudistia.(*)

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More

Viral Bau Durian dalam Pesawat, Ini Bedanya dengan Alergi

Jakarta – Penumpang dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 091 Bengkulu-Jakarta memprotes bau durian yang menyengat. Penumpang akhirnya turun setelah mengajukan protes pada awak kabin.

Kasus bau durian adalah contoh kepekaan terhadap aroma atau fragrance sensitivity. Dokter ahli telinga, hidung, dan tenggorokan dr Bagas Wicaksono SpTHT-KL mengatakan, kepekaan beda dengan alergi. Walau keduanya kerap memberikan reaksi serupa.

“Alergi disebabkan alergen yang terdiri atas rangkaian asam amino. Sedangkan kepekaan tak dipicu organisme tertentu, misal aroma parfum yang terlalu tajam atau pewangi ruangan,” kata dokter yang berpraktik di RSIA Kemang Medical Care tersebut pada detikHealth, Rabu (7/11/2018).

Alergen memicu reaksi antobodi IgE yang dihasilkan sistem daya tahan tubuh. Beberapa contoh alergen adalah serbuk bunga, bulu hewan, kotoran kutu, atau beberapa jenis makanan. Reaksi alergi antara lain mata berair, hidung mampet, hingga sulit bernapas.

Upaya mengatasi alergi dan kepekaan hampir sama. Misal menggunakan masker, semprot hidung, atau minum obat untuk meredakan hidung tersumbat (dekongestan). Namun alergi biasanya membutuhkan obat tambahan untuk meredakan reaksi tubuh, sesuai jenis alergen dan resep dokter.

(up/up)

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More

Dinsos Ambon verifikasi data penerima bansos

Ambon (ANTARA) – Dinas Sosial kota Ambon melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan sosial (bansos) yakni Program Keluarga Harapan dan bantuan langsung non tunai lainnya.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan verifikasi baik itu data maupun penerima bantuan yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran,” kata Kepala Dinas Sosial kota Ambon, Nurhayati Yasin, Sabtu.

Ia mengatakan, verifikasi data dilakukan bagi keluarga penerima manfaat bansos, dengan tujuan agar penerima bansos tepat sasaran.

Pendataan bansos dilakukan pihaknya di lapangan dengan mendatangi rumah penerima bantuan agar bantuan sesuai syarat dan tepat sasaran.

“Triwulan I tahun 2019 ini kita akan fokus pendataan kembali dengan memberikan tanda berupa cat semprot di rumah penerima bansos,” katanya.

Nurhayati menjelaskan, verifikasi dilakukan untuk memastikan penerima memang layak menerima. Jika dalam verifikasi penerima dinyatakan tak layak, maka namanya akan dicoret.

Verifikasi ini sekaligus untuk memperbaiki data penerima. Perubahan data penerima dimungkinkan terjadi apabila mereka diketahui sudah meninggal atau pindah domisili.

Dalam verifikasi tersebut lanjutnya, nama penerima juga akan dilengkapi dengan nama ibu kandung penerima.

“Data hasil verifikasi tersebut akan digunakan untuk penyaluran program bantuan pemerintah lainnya yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun 2018 pihaknya telah melakukan pendataan, tetapi belum menjangkau seluruh warga, karena itu pihaknya fokus untuk lakukan pendataan di tahun ini.

“Jika ada temuan keluarga mampu yang menerima bantuan, maka akan digantikan dengan keluarga lain yang berhak menerima bantuan ini,” tambahnya. 

Baca juga: Dinsos gandeng Polda awasi penyaluran bansos di malut

Baca juga: Penyaluran PKH tahap pertama capai 96 persen

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More

Polri Perbanyak Kegiatan Intelijen Cegah Vandalisme Kelompok Baju Hitam





Jakarta
Polri mengatakan bakal memperbanyak kegiatan intelijen dalam rangka mitigasi atau mencegah aksi vandalisme kelompok berbaju hitam seperti di Hari Buruh terulang. Menurut polisi, kegiatan intelijen itu juga dilakukan untuk mengidentifikasi profil kelompok tersebut.

“Kita sudah berhasil identifikasi kelompok tersebut, kita lebih banyak melakukan kegiatan intelijen, dalam rangka mitigasi, identifikasi, dan profiling kelompok tersebut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat dihubungi detikcom, Kamis (2/5/2019).

Selain itu, Dedi menyatakan pihaknya bakal melakukan edukasi bagi para pelajar yang diamankan akibat melakukan aksi vandalisme pada hari buruh. Langkah tersebut dilakukan karena 50 persen pihak yang diamankan masih berusia remaja.

“Kemudian jajaran wilayah akan lakukan upaya persuasif edukasi, karena kalau di Jawa Barat, hampir 50 persen anak belasan tahun,” kata Dedi.

Dedi menyatakan aksi vandalisme yang diduga dilakukan oleh kelompok berbaju hitam saat aksi May day terjadi di beberapa kota. Menurutnya, yang aksi vandalisme paling banyak terjadi di Jawa Barat.

“Di Jabar 619, paling banyak Jabar, Metro berhasil diredam, Surabaya 6, Malang 2, kemudian Jateng nihil. di Makassar masih nihil, memang paling kelihatan tumbuh banyak di Bandung,” Ujar Dedi.

Dia menyatakan ada kesamaan ciri dari para pelaku vandalisme ini. Namun, Dedi mengatakan butuh penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah aksi di tiap kota saling berkaitan satu dan lainnya.

Karo Penmas Brigjen Dedi PrasetyoKaro Penmas Brigjen Dedi Prasetyo Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
“Lihat dari cirinya, dan pola dia melakukan kegiatan vandalisme, dan simbol bendera huruf abjad ‘A’ memiliki kemiripan, tapi kalau ditarik benang merah keterkaitan, masih harus pendalaman lagi,” ucap Dedi.

Sebelumnya, massa berpakaian hitam-hitam muncul di demonstrasi peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2019. Mereka beraksi di berbagai kota dan melakukan perusakan.

Mereka berpakaian hitam, baik kaos atau jaket, beberapa dari mereka juga mengenakan jaket bertudung. Celana mereka juga banyak yang berwarna hitam. Wajah mereka ditutupi oleh masker atau topeng kain hitam.

Di Bandung, misalnya, massa berpakaian serba hitam ini dikatakan polisi telah menyusupi demonstrasi kaum buruh. Aksi mereka terpantau di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (1/5). Usut punya usut, massa hitam-hitam di demo buruh ini adalah anak-anak usia sekolahan dan mahasiswa, dari SMP hingga tingat perguruan tinggi.

Mereka melakukan aksi vandalime terhadap mobil dan fasilitas umum di sekitar Monumen Perjuangan. Alat-alat sepeti cat semprot hingga double stik disita. Polisi tengah mendalami motif dari aksi yang bertepatan dengan peringatan hari buruh tersebut. Sejauh ini, diketahui mereka bergerak berkelompok dari Cikapayang menuju Gedung Sate menyusup aksi buruh.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun angkat bicara soal kelompok berjau serba hitam itu. Dia mengatakan massa berbaju hitam-hitam yang membuat ricuh aksi May Day di Kota Bandung adalah kelompok anarcho-syndicalism. Tito menyebut kemunculan kelompok ini sebagai fenomena di kalangan pekerja di Indonesia.

“Ada satu kelompok namanya anarcho-syndicalism, dengan simbol huruf A. Ini bukan kelompok fenomena lokal, tapi fenomena internasional,” kata Tito di gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/5).

(aik/haf)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More

Agar Tak Sakit Saat Ibadah Haji, Jamaah Harus Persiapkan Ini

Jakarta – Musim Haji 2018 sudah di depan mata, jamaah haji kloter pertama akan diberangkatkan pada Senin (16/7/2018). Pada tahun-tahun sebelumnya, banyak jamaah haji yang mengalami masalah kesehatan selama proses haji berjalan.

Pada pertemuan dengan media, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr dr Eka Jusup Sinka, MSc mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan jamaah haji sebelum berangkat.

“Untuk persiapan sebelum berangkat, pertama kita harus latihan jalan. Karena selama di sana nanti kan kita harus jalan lumayan jauh. Lalu yang selanjutnya adalah makan buah dan sayur, ini dapat membantu kita dalam menjaga kesehatan sebelum berangkat. Dan yang terakhir adalah banyak minum air putih,” tuturnya di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2018).

Bukan hanya jamaah haji yang harus melakukan persiapan, pemerintah pun juga menyiapkan perlengkapan pendukung kesehatan serta obat-obatan bagi jamaah haji yang berada di Arab Saudi nantinya.

“Untuk jamaah haji, kita menyiapkan 7 ton obat-obatan yang mayoritas untuk penyakit saluran pernapasan. Sedangkan untuk perlengkapan lainnya kita ada kacamata, topi, alat semprot air untuk ke wajah serta juga sandal,” tambah dr Eka.

Akan ada sekitar 221.000 jamaah haji yang akan berangkat pada musim haji tahun ini, mereka pun akan didampingi oleh dokter serta tenaga medis lainnya.

“Tahun ini kita memberangkatkan 221.000 jamaah yang terdiri 204.000 jamaah reguler dan 17.000 jamaah khusus. Ada total 300 personil, 36 dokter spesialis, 63 dokter umum, dan 201 tenaga kesehatan lainnya,” tandasnya.

(up/up)

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More

Semprotan antinyamuk karya pelajar Bengkulu menang di Malaysia

Bengkulu Selatan (ANTARA News) – Semprotan antinyamuk temuan tiga pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, berhasil menang dalam ajang “World Young Inventors Exhibition” yang digelar pada pertengahan Mei 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Arif Hidayat (18), salah seorang siswa SMAN 2 Bengkulu Selatan, saat ditemui pada Minggu, menuturkan bahwa penemuan itu berawal ketika dirinya bersama rekannya bernama Endi Juniardi (18) dan Aqshal Dwi Raldo (16) mengamati pohon mahoni yang tumbuh di sebelah pagar sekolah mereka.

Pengamatan itu lantas memunculkan gagasan untuk meneliti manfaat lain dari pohon yang bernama latin Swietenia macrophilla tersebut.

“Masyarakat menganggap pohon mahoni hanya bermanfaat kayu dan daunnya saja, sehingga memicu kami untuk meneliti manfaat kesehatan dari pohon tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, setelah melakukan serangkaian penelitian ilmiah, ternyata ekstrak biji mahoni memiliki senyawa saponin yang tidak disukai serangga, sehingga dapat mencegah gigitan nyamuk demam berdarah.

Mahoni merupakan tanaman anggota suku Meliaceae yang memiliki ketinggian berkisar 35 hingga 40 meter dengan diameter batang mencapai 125 sentimeter.

Pohon ini dapat mengurangi polusi udara sekitar 69 persen, sehingga dikenal sebagai pohon pelindung, filter udara sekaligus tangkapan air.

Kayu pohon mahoni bermanfaat untuk bahan bangunan dan perabot rumah tangga, sementara bijinya mengandung flavonoid dan saponin.

“Saponin inilah yang menjadi dasar terbentuknya semprotan pelindung kulit dari gigitan nyamuk,” ungkap Arif.

Saponin merupakan senyawa dalam bentuk glikosida yang berrasa pahit dan berbuih apabila dikocok dengan air. Senyawa ini berfungsi sebagai antibakteri dan antiserangga.

“Hanya dengan sekali semprot dapat melindungi kulit dari gigitan nyamuk selama delapan jam. Kami menjamin produk ini 100 persen alami, tanpa bahan kimia,” tuturnya.

Arif mengungkapkan, penelitian ilmiah tentang manfaat saponin itu lantas telah menghantarkan mereka menuju berbagai penghargaan nasional dan internasional.

Pada September 2017 lalu, ketiga pelajar itu menyabet medali perunggu dalam Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) di Bandung, Jawa Barat. Mereka menggeser 75 peserta dari 13 provinsi yang mengikuti ajang tersebut.

Pada Mei 2018, mereka mendapat medali emas kategori inovasi terbaik dalam ajang “World Young Inventors Exhibition” di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kami senang, ternyata hasil penelitian kami mendapat sambutan positif dari masyarakat luar negeri,” ungkapnya.

Hasil penelitian ilmiah itu dikemas dalam botol-botol kecil ukuran 100 milliliter, dan dijual seharga Rp15 ribu per botol melalui pasar di dunia maya. Mereka menambahkan aroma dari perasan kulit jeruk untuk memberikan kesan ramah pada hidung.

“Kami berharap, penelitian yang telah kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi banyak orang, terutama di Indonesia yang masih tercatat memiliki banyak kasus demam berdarah,” ucapnya.

Pewarta: Nur Muhamad Sugiharto P.
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More

Bisa Jadi Racun, Dua Sisi Obat Tetes Mata

Jakarta – Kepolisian Carolina Selatan pada Selasa (4/9) mengungkap pembunuhan yang terbilang tak biasa. Stephen Clayton (64) tewas akibat kelebihan tetrahidrozolin, yang merupakan zat aktif dalam obat tetes mata. Terdakwa adalah istrinya, Lana Clayton (52), yang mengakui perbuatannya setelah investigasi polisi sekitar satu bulan.

Lana mengatakan, dia memberi beberapa tetes obat tersebut dalam air minum suaminya. Dilansir Time, Lana tak menyebutkan jumlah tetesan dan berapa kali perbuatan tersebut dilakukan. Suaminya tak curiga karena tak merasakan ada perubahan dalam air minumnya. “Kami kaget mengetahui penyebab kematian Stephen,” kata salah seorang keluarga Stephen.

Saat ini investigasi masih berlanjut untuk mengetahui motif perbuatan Lana. Dalam daftar kepolisian, Lana tidak tercatat pernah terlibat atau punya kasus kriminal. Lana mengubur jenazah suaminya di belakang rumah sebelum polisi mengetahui penyebab kematian korban.

Sama seperti produk farmasi lain, obat tetes mata memiliki dualitas bergantung dosis pemakaian. Dosis tepat mampu mengatasi iritasi, namun kekurangan atau kelebihan bisa menjadi racun bagi kesehatan tubuh. Pembunuhan atas Stephen dengan obat tetes mata bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya sempat ada perbuatan iseng dengan obat tetes mata yang mengakibatkan korbannya mengalami diare parah.

Selain obat tetes mata, tetrahidrozolin juga ditemukan dalam obat semprot hidung. Zat yang tersusun atas karbon, hidrogen, dan nitrogen ini menyusutkan pembuluh darah. Hal inilah yang menyebabkan tetrahidrozolin mampu mengatasi mata merah dan hidung tersumbat. Namun dosis penggunaan berlebih bisa menyebabkan mual, sulit bernapas, dan penglihatan kabur.

Selanjutnya korban muntah, mengalami kenaikan tekanan darah, hingga koma dan tewas. Dalam beberapa kasus, ujung jari dan bibir korban berwarna biru. Peristiwa ini menjadi pelajaran untuk menggunakan obat sesuai dosis dan petunjuk pemakaian. Bila merasa ada kondisi tubuh yang tidak beres sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

(fds/fds)

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More

Polri Usut Massa Berpakaian Hitam yang Susupi Aksi Hari Buruh




Jakarta
Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap massa berpakaian hitam yang melakukan kerusuhan dalam aksi Hari Buruh Sedunia (May Day) 2019. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan kerusuhan hanya terjadi di Bandung dan masih didalami.

“Hanya di Bandung saja. Sedang didalami oleh Polrestabes Bandung dan Polda Jabar,” kata Dedi melalui pesan singkat, Rabu (1/5/2019) malam.

Sementara itu, Polda Jawa Barat mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung. Dia menuturkan pihaknya masih meminta keterangan pada massa berpakaian hitam yang telah diamankan.

“Itu masih proses. Kita nunggu hasilnya. kalau kita berandai-andai disamakan dengan daerah lain, mungkin ada. Tapi kita mendasari hasil penyelidikan, kita melakukan pengamanan. Kita minta keterangan,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, saat dihubungi terpisah.

Sebelumnya, massa berpakaian hitam-hitam muncul di demonstrasi peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2019. Mereka beraksi di berbagai kota dan melakukan perusakan.

Mereka berpakaian hitam, baik kaos atau jaket, beberapa dari mereka juga mengenakan jaket bertudung. Celana mereka juga banyak yang berwarna hitam. Wajah mereka ditutupi oleh masker atau topeng kain hitam.

Di Bandung, massa berpakaian serba hitam ini dikatakan polisi telah menyusupi demonstrasi kaum buruh. Aksi mereka terpantau di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (1/5).

Usut punya usut, massa hitam-hitam di demo buruh ini adalah anak-anak usia sekolahan dan mahasiswa, dari SMP hingga tingat perguruan tinggi.

“Sekelompok orang itu bukan buruh. Identitas hitam-hitam mereka ternyata ada indikasi gesekan dengan buruh. Karena mencoba menyusup,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema.

Mereka melakukan aksi vandalime terhadap mobil dan fasilitas umum di sekitar Monumen Perjuangan. Alat-alat sepeti cat semprot hingga double stik disita. Polisi tengah mendalami motif dari aksi yang bertepatan dengan peringatan hari buruh tersebut. Sejauh ini, diketahui mereka bergerak berkelompok dari Cikapayang menuju Gedung Sate menyusup aksi buruh.

(fdu/nvl)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More

Sebab Komplikasi Penyakit Jantung Seperti Dialami Ibu Roger Danuarta

Jakarta – Kabar duka datang dari aktor Roger Danuarta. Sang ibu, Engnawati Atmadja, menutup usianya pada Jumat (23/11/2018). Roger mengatakan, ibundanya sudah sering keluar-masuk rumah sakit, karena memiliki riwayat penyakit jantung hingga komplikasi gagal ginjal.

“Mungkin karena sudah berumur, jadi ada penyempitan. Kata dokternya, jantung kalau tak bekerja akan membuat gumpalan darah. Setelah dipasang ring, gumpalan darah terbuka dan aliran darah jalan lagi. Dan akhirnya menyumbat ke ginjal,” papar Roger, dikutip dari detikHOT.

Hal senada juga diutarakan oleh dr Isman Firdaus, SpJP, FIHA, dari RS Harapan Kita. Penyakit jantung sendiri, terangnya, merupakan komplikasi dari atherosclerosis, yakni penyempitan pembuluh arteri yang diakibatkan penumpukan plak.

“Penyakit jantung yang tidak ditangani dengan baik, tidak dikendalikan dengan baik, dampaknya bisa mengganggu organ-organ lain, sekitar 5-10 persen bisa terjadi. Penyakit jantung koroner, 50 persen menjadi serangan jantung yang jika tak tertolong bisa meninggal, jika tidak akan menjadi gagal jantung,” imbuh dr Isman.

Gagal jantung merupakan kondisi di mana jantung tak lagi mampu berfungsi sebagaimana mestinya, yakni memompa darah ke seluruh tubuh. Biasanya penanganannya dengan memasang ring, operasi bypass (memotong bagian pembuluh arteri yang tersumbat).

Jika seseorang yang memiliki kondisi ini tidak segera ditangani, juga bisa picu komplikasi pada organ lainnya. dr Isman mengatakan organ-organ yang paling sering jadi ‘korban’ adalah otak, paru-paru dan ginjal. Meski organ lainnya seperti hati dan sistem pencernaan juga bisa terdampak.

“Risiko paling tinggi adalah karena otot jantungnya memang udah rusak, otot jantung membantu pompa, dan normalnya pompa jantung diukur menggunakan fraksi ejeksi atau bahasa awamnya daya semprot. Kalau fraksi ejeksinya di bawah 50 persen, berarti udah terganggu, yang disebut dengan gagal jantung. Kalau semakin rendah tentunya akan berdampak pada organ lain,” pungkasnya.

(fds/fds)

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/750062/kenalkan-coding-untuk-anak-lewat-kelas-mini-di-bekraf-habibie-festival

Read More