Indonesia tuan rumah Forum Perdamaian Dunia

Jakarta (ANTARA News) – Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ke-7 Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) yang akan berlangsung di Jakarta pada 14-16 Agustus 2018.

“Di Jakarta pada 14-16 Agustus akan ada pertemuan World Peace Forum. Ini adalah ajang pertemuan untuk bertukar pandangan di antara para pencipta dan pegiat perdamaian (peacemakers and peacekeepers) dari berbagai kalangan,” kata Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama antar-Agama dan Peradaban Din Syamsuddin, di Jakarta, Kamis.

Din menyebutkan bahwa pertemuan tersebut akan dihadiri oleh para agamawan, cendekiawan, penentu kebijakan, “trend setter”, serta beberapa pemimpin/kepala negara dan tokoh dunia.

“Diharapkan ada satu sesi yang menampilkan kepala pemerintahan atau kepala negara atau mantan pemimpin atau tokoh dunia. Akan ada 100 tokoh dari luar negeri dan 150 dari dalam negeri selama tiga hari itu,” kata dia lagi.

Adapun tema yang diusung oleh Pemerintah Indonesia untuk Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) ke-7 itu adalah “Jalan Tengah untuk Solusi Peradaban Dunia”.

“Ini berangkat dari niat Indonesia untuk ikut membantu dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia serta tata peradaban dunia yang adil dan makmur di tengah keadaan global yang diwarnai dengan kerusakan, ketidakpastian, ketidakteraturan,” ujar Din.

Dia menambahkan, Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) ke-7 itu diharapkan akan menghasilkan dokumen, yakni Pesan Jakarta (Jakarta Message) yang berisi kesepakatan untuk mencari dan menganut suatu jalan tengah atau moderasi dalam upaya membangun peradaban dunia yang damai dan makmur.
Baca juga: Din Syamsuddin “damaikan” Serbia dan Kosovo di WPF
Baca juga: Din: WPF berharga bagi perdamaian dunia

 

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More

Forum Perdamaian Dunia dihadiri perwakilan 40 negara

Jakarta (ANTARA News) – Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja sama antar Agama Din Syamsudin menuturkan Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) ke-7 dihadiri oleh perwakilan dan tokoh-tokoh dari sekitar 40-an negara.

“Ada sekitar 100 tokoh baik ‘peace makers and peace activists’ dari hampir 40 negara di dunia ini akan hadir dan juga sekitar 150 tokoh dari dalam negeri,” kata Din dalam konferensi pers di Jakarta,  Senin. 

Forum itu akan diikuti sekitar 231 tokoh seperti pembuat kebijakan, pemimpin agama, intelektual, aktivis perdamaian, dan tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai kebangsaan.

Din menuturkan perwakilan dari majelis antaragama turut menghadiri forum itu termasuk dari Yahudi. Selain tokoh agama, ada tokoh ilmu pengetahuan, cendekiawan, professor dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Jepang, Korea, China dan Rusia.

Ini pesertanya sangat komplit karena terdiri dari tokoh-tokoh perdamaian bukan hanya pemikir tapi ‘peace makers and peace activists’ (aktivis dan pembuat perdamaian) yang sudah terlibat dalam penciptaan perdamaian selama ini dari cendikiawan, lembaga swadaya masyarakat,” tuturnya. 

Forum yang diadakan pada 14-16 Agustus 2018 di Jakarta itu mengangkat tema “the Middle Path for the New World Civilization” (Jalan Tengah untuk Peradaban Dunia yang Baru).

Din mengatakan forum itu akan mendiskusikan konsep jalan tengah dari dua perspektif, yakni agama dan ideologi dari berbagai bangsa, termasuk Pancasila di Indonesia.

Selain itu,  forum itu akan mengeksplorasi upaya-upaya implementasi konsep jalan tengah di bidang ekonomi, politik dan budaya. 

“Kita sangat bertumpu pada ideologi dialog dalam rangka mengajukan solusi ke perdaban dunia.  Ini multilevel, multifate dan multi nationalities,” tuturnya.

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More

Kemal Gani terpilih sebagai ketua Forum Pemred

Jakarta (ANTARA News) – Pemimpin Redaksi Majalah Swa Kemal Gani terpilih sebagai ketua Forum Pemimpin Redaksi Indonesia periode 2018-2021 dalam pemilihan yang berlangsung di Wisma Antara, Jakarta, Kamis.

Kemal menggantikan Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo yang memimpin Forum Pemred sejak 2015.

Kemal terpilih melalui pemungutan suara mengalahkan tiga kandidat lainnya. Ia memperoleh 22 suara dari 38 suara.

Kemal sendiri tidak hadir dalam pemilihan tersebut karena sedang berada di London, Inggris. Namun, ia sudah menyatakan kesediaannya menjadi kandidat ketua Forum Pemred melalui surat.

Melalui sambungan telepon dan juga pesan WhatsApp, Kemal menyatakan menerima tugas itu. 

“Insya Allah  kami dan teman-teman dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, dan Insya Allah kita bersama-sama di FP dapat berkontribusi dengan lebih baik dan efektif lagi untuk masyarakat, Bangsa dan Negara yang lebih baik lagi,” tulis Kemal dalam pesannya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pengurus periode sebelumnya.

Forum Pemred didirikan pada 2012. Ketua Forum Pemred sebelumnya adalah Wahyu Muryadi (Pemred Majalah Tempo), Nurjaman Mochtar (Pemred SCTV dan Indosiar), dan Suryopratomo.

Baca juga: Forum Pemred umumkan pengurus periode 2015-2018

Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More

Yohana minta forum anak putus rantai kekerasan

Surabaya (ANTARA News) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise meminta Forum Anak Nasional 2018 untuk berperan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak-anak.

“Saya minta kalian berjanji, kalau berkeluarga nanti jangan melakukan kekerasan kepada anak-anak kalian,” kata Yohana saat menutup Forum Anak Nasional 2018 di Surabaya, Minggu.

Yohana mengatakan di negara-negara maju sudah tidak ada lagi anak-anak yang dipukul atau mengalami kekerasan. Selain karena kesadaran masyarakatnya sudah tinggi, kekerasan terhadap anak juga akan dihukum berat.

“Dendanya ribuan dolar. Kita juga sudah ada Undang-Undang Perlindungan Anak, jangan ada lagi kekerasan terhadap anak,” tuturnya.

Yohana juga meminta para peserta Forum Anak Nasional 2018 untuk meningkatkan peran sebagai pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Menurut Yohana,anak-anak adalah pewaris kepemimpinan bangsa. Indonesia di masa depan adalah milik anak-anak.

“Pada saat bermain, bermainlah dengan senang hari dan bergembira bersama kawan-kawan. Namun, jangan lupa saat belajar, belajarlah dengan tekun sungguh-sungguh agar dapat meraih prestasi,” katanya.

Forum Anak Nasional 2018 diikuti 516 anak dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Setelah penutupan, anak-anak tersebut akan mengikuti puncak Hari Anak Nasional 2018 yang diselenggarakan pada Senin (23/7) di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur.

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More

PD ke Gerindra: Forum Bogor Silaturahmi, Bukan Manuver AHY Jadi Menteri





Jakarta
Partai Gerindra membela Anies Baswedan dari kritikan Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief karena tak hadir di forum Bogor dengan menyindir seseorang yang mereka sebut ‘orang yang ingin jadi menteri Jokowi’. Partai Demokrat menepis anggapan tersebut.

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean mengatakan pertemuan delapan kepala daerah yang turut dihadiri Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono, sama sekali tidak membicarakan kepentingan pribadi. Dia menjelaskan lebih jauh maksud kehadiran AHY di forum kepala daerah itu.

“Pertemuan AHY dengan para pemimpin muda di Bogor itu adalah pertemuan silaturahmi yang tidak bicara urusan pribadi tapi bicara urusan kebangsaan. Mereka para tokoh muda itu ingin melihat bangsa Indonesia bisa membangun dalam damai dan tanpa adanya konflik,” kata Ferdinand, Jumat (17/5/2019).

“Jadi AHY di sana adalah dalam rangka ingin turut serta mewujudkan Indonesia yang damai dalam membangun. Indonesia tidak boleh konflik hanya karena pemilu,” imbuh dia.

Ferdinand menegaskan anggapan kalau AHY merupakan sosok yang bermanuver lantaran iming-iming jabatan menteri merupakan tafsir salah. Dia meminta Gerindra melakukan introspeksi.

“Jadi kalau Gerindra menyindir AHY sebagai sosok yang ingin jadi menteri lantas melakukan manuver politik, saya harus nyatakan itu salah dan tidak benar. Daripada menyindir langkah politik AHY, lebih baik kawan kawan Gerindra cek ke dalam mengapa Prabowo bisa diperlakukan seperti ini di dalam politik. Jangan selalu melihat langkah politik orang lain, lihat langkah politik sendiri dulu deh, introspeksi ke dalam,” katanya.

Sebelumnya, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menanggap aneh pernyataan Andi Arief yang menyindir Anies Baswedan tidak menghadiri forum Bogor. Dalam forum itu, AHY dan delapan kepala daerah membahas masalah kebangsaan.

“Agak aneh orang Demokrat maksa-maksa Mas Anies untuk datang dalam pertemuan di Bogor yang terdiri dari kepala daerah pendukung Jokowi dan ‘orang yang ingin jadi menteri Jokowi’,” kata Andre.

Bawaslu Tetapkan KPU Langgar Tata Cara Input Situng:

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fjp)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More

Jokowi berikan nama Medium Tank di "Indo Defence"

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo akan meresmikan dan memberikan nama produk unggulan anak bangsa, yakni “Medium Tank” yang dibuat olehnya PT Pindad pada saat pembukaan Pameran Industri Pertahanan atau “Indo Defence 2018 Expo Forum” pada 7 November 2018, di JIEXpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
 
“Presiden Jokowi rencananya akan meresmikan dan memberikan nama ‘Medium Tank’ buatan PT Pindad,” kata Dirut PT Napindo Media Ashatama, Arya Seta Wiriadipoera, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu. 
 
Kegiatan yang digelar selama empat hari, yakni 7 November-10 November 2018 merupakan ke-8 kalinya yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama selaku organiser.
 
Pameran ini diikuti oleh lebih dari 867 peserta dari 59 negara termasuk Indonesia dan juga akan menampilkan 30 paviliun perwakilan negara, menjadikan Indo Defence sebagai pameran terbesar di Asia Tenggara dan masuk ke dalam kalendar event dunia.
 
“Hal menarik dan membedakan Indo Defence 2018 dengan penyelenggaran di tahun-tahun sebelumnya adalah kehadiran ‘paviliun komoditas ekspor’ yang akan menampilkan produk-produk ekspor industri pertahanan karya anak bangsa,” kata Arya. 
 
Menurut dia, dalam perhelatan akbar Indo Defence 2018 Forum dan Expo tahun ini jumlah official delegasi negara yang hadir jauh meningkat.
 
“Ada 10 menteri pertahanan dan setingkat serta sejumlah Kepala Staf Angkatan maupun Panglima dari sejumlah negara undangan yang hadir pada penyelenggaran Indo Defence 2018 Expo dan Forum,” ujar Arya. 
 
Ia menyebutkan, pameran industri pertahanan yang digelar dua tahun sekali ini tidak hanya menjadi ajang promosi bisnis dan alih teknologi bagi Industri Pertahanan Indonesia dan dunia. 
 
Namun, penyelenggaran Indo Defence 2018 Expo Forum  juga akan menjadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat Indonesia secara umum lantaran adanya forum pada kegiatan tersebut. 
 
Forum-forum tersebut antara lain, “Indo Defence Business Forum” dengan tema “Promoting National Defence Industry” serta “Indo Marine Internasional Forum” dengan tema ‘Ensuring Regional Stability Through Development of National Maritime Capability And Maritime Security Cooperation’ yang akan diselenggarkan pada tanggal 7 November 2018 di Hall C3.

Baca juga: Sultan berharap TNI semakin dekat dengan rakyat
Baca juga: TNI pamerkan alutsista di pusat perbelanjaan Bengkulu
Baca juga: Ratusan alutsista TNI dipamerkan di Monas
Baca juga: Masyarakat antusias saksikan pameran Alutsista TNI

 

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More

Wujudkan NTB Gemilang gubernur harapkan forum kepala daerah terbentuk

Mataram (ANTARA) – Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah berharap ke depan harus ada forum kepala daerah sebagai wadah untuk saling bertemu dan silaturahmi dalam mewujudkan NTB Gemilang pada tahun 2019-2023.

“Muara dari semua program ada di kepemimpinan. Strategi yang menarik bukan pada seberapa bagusnya dokumen, namun kunci sukses adanya kerendahan hati dan kesediaan hati para pemimpin untuk saling bertemu,” kata gubernur dalam acara pembukaan Forum Pimpinan Daerah dan Forum Perangkat Daerah, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi NTB tahun 2020 di Mataram, Senin.

Ia menilai, jika pemimpin-pemimpin sering bertemu tidak ada program yang sulit, karena tidak hal yang baru di bawah matahari.

“Tapi sehebat apapun program yang kita buat, sehebat apapun dokumen itu, kalau hati pemimpin jarang bertemu, jarang duduk bersama, hubungannya terlampau formal, kita tidak akan mencapai apa-apa untuk NTB yang Gemilang,” katanya.

Untuk itu, di hadapan para kepala daerah se-NTB, Doktor Zul — panggilan karib Zulkieflimansyah — menyampaikan ke depan harus ada forum kepala daerah sebagai wadah untuk saling bertemu.

Karena dia meyakini dengan adanya silaturrahim yang intensif, maka Insya Allah tidak akan sulit apapun yang diinginkan.

“NTB bukan hanya akan Allah SWT hadirkan maghfirahnya, tapi juga Allah SWT akan menghadirkan berkahnya,” ujar Zulkieflimansyah.

Karena itu, lanjut gubernur saat memaparkan visi membangun NTB Gemilang dan enam misi dalam mewujudkan NTB Gemilang pada tahun 2019-2023, NTB ke depan harus terukur dalam mewujudkan NTB Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

“Kalimat yang indah itu mengandung makna bukan saja tujuan pembangunan kita akan tercapai, tapi kita menginginkan NTB ini sebagai satu area yang Allah SWT hadirkan magfirahnya buat kita semua,” katanya. 

Baca juga: Gubernur NTB resmikan Balai Latihan Kerja Luar Negeri

Baca juga: Lima kabupaten-kota di NTB didorong menjadi daerah layak pemuda

Baca juga: 193 pejabat Pemprov NTB dimutasi

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More

Gannon dan NVidia simulasikan robot baru di Forum Ekonomi Dunia

Jakarta (ANTARA News) – Di antara inovasi yang dihadirkan dalam pameran tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Tianjin, China, pada 18-20 September ini, ada 10 robot industri canggih yang disimulasikan di depan pengunjung.

Pengembangan sistem robot industri ini difokuskan pada debut Manus, yang menghubungkan 10 lengan robot industri dengan otak robot tunggal yang mengilustrasikan batas baru dalam interaksi manusia-robot.

Dialah ilmuwan robot Madeline Gannon, yang telah bekerja keras selama sebulan terakhir mengembangkan instalasi seni robot di studio penelitiannya di kawasan Bukit Polandia, dekat Pittsburgh, Pennsylvania.

Pelatihan, pengujian, dan pengkodean robot adalah proses yang sangat melelahkan. Platform Isaac yang baru-baru ini dikembangkan NVidia akan mengubah itu semua, kata pengembang chip komputer NVidia dalam pernyataannya, dikutip Rabu.

Gannon telah berlomba dengan waktu untuk mengembangkan perangkat lunak dan desain interaksi untuk menghadirkan robot ini tepat pada saatnya untuk pameran Forum Ekonomi Dunia di Tianjin.

Menghabiskan 80 jam seminggu di ruang penelitian, Gannon menghadapi tugas sulit mengambil dua bot pinjaman dari perusahaan robotika ABB dan menggunakannya untuk mensimulasikan interaksi dari semua 10 robot yang akan ada di acara itu.

Tantangan simulasi robot dalam operasi secara tradisional telah mendorong para robotika untuk mengambil program khusus–belum lagi pertaruhan dan kecemasan besar–karena perangkat lunak hingga saat ini belum dapat diandalkan.

Namun itu tetap menjadi masalah utama bagi industri, karena operasi logistik dan gudang beroperasi untuk mengadopsi robot yang menampilkan peningkatan tingkat otonomi untuk bekerja bersama manusia.

“Ketika kita beralih dari otomatisasi robotik ke otonomi robotik, instalasi seni seperti Manus memberi orang kesempatan untuk mengalami secara langsung bagaimana manusia dan mesin otonom mungkin hidup berdampingan di masa depan,” kata Gannon.

Yang pasti, upaya Gannon yang sangat melelahkan dalam mendapatkan demonstrasi ini dari bawah menggarisbawahi keadaan industri yang baru berkembang untuk mengembangkan robotika dalam skala besar.

NVidia sebagai pengembang chip, pada awal tahun ini meluncurkan Isaac Simulator untuk mengembangkan, menguji, dan melatih mesin otonom di dunia maya. Minggu lalu, di GTC Jepang, NVidia mengumumkan ketersediaan Jetson AGX Xavier devkit bagi para pengembang untuk bekerja pada mesin otonom seperti robot dan drone.

Jika digabungkan, perangkat lunak dan perangkat keras ini akan meningkatkan revolusi robotika dengan siklus pengembangan turbo-charging.

“Isaac akan memungkinkan orang mengembangkan aplikasi pintar lebih cepat,” kata Gannon. “Kami benar-benar berada pada zaman keemasan untuk robotika sekarang.”

Ini bukan rodeo robotik pertama Gannon. Tahun lalu, ketika ia menjadi kandidat Ph.D. di Carnegie Mellon University, ia mengembangkan lengan robot industri interaktif yang dipajang di Design Museum di London.

Robot itu, Mimus, adalah raksasa seberat 2.600 pon yang dirancang untuk ingin tahu tentang lingkungannya. Robot ini menggunakan sensor yang tertanam di langit-langit museum untuk melihat dan mendekati atau bahkan mengikuti penonton yang dianggapnya menarik.

Memamerkan Manus di Tianjin untuk Forum Ekonomi Dunia menandai instalasi robotika kedua, dan secara signifikan lebih rumit, yang mengharuskan perangkat lunak kustom untuk menciptakan interaksi dari awal.

Mengerjakan Manus tidak mudah. Begitu tiba di China, Gannon hanya memiliki 10 hari dengan 10 robot di tempat sebelum pembukaan pameran interaktif. Robot Manus berdiri berderet di atas permukaan 9 meter dan terbungkus dalam plexiglass.

Dua belas sensor ditempatkan di bagian bawah landasannya untuk memungkinkan robot saling berhubungan untuk melacak dan merespon gerakan pengunjung.

“Ada banyak pemrosesan penglihatan dalam proyek—itu sebabnya otaknya menggunakan GPU NVidia,” kata Gannon.

Sistem visi ini memungkinkan Manus bergerak secara otonom dalam menanggapi orang-orang di sekitarnya: begitu Manus menemukan orang yang menarik, semua 10 lengan robot mereorientasi lengannya mengikuti gerakan manusia.

Untuk menciptakan desain interaksi untuk Manus, Gannon perlu mengembangkan protokol komunikasi khusus dan pemecah kinematik untuk robotnya serta perangkat lunak interaksi penginderaan khusus, pemantauan jarak jauh dan manusia-robot.

Dia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada sumber daya teknis yang dapat diandalkan untuk melakukan hal-hal yang tidak lazim dengan robot cerdas. Akibatnya, dia harus menyesuaikan setiap kali dia membuat kepingan robotik baru.

Pengembangan teknis untuk tumpukan perangkat lunak Mamus memakan waktu sekitar dua per tiga dari jadwal proyek, menyisakan hanya sepertiga waktu untuk mencurahkan ke jantung proyek – desain interaksi robot manusia.

Menggunakan chip Jetson untuk visi dan Isaac Sim untuk melatih robot dapat membantu pengembang mengubah rasio tersebut untuk proyek-proyek serupa di masa mendatang. Dan mereka sangat sesuai untuk pengembangan dan simulasi robot industri yang digunakan oleh perusahaan besar untuk gudang dan operasi logistik.
 

Baca juga: NVIDIA luncurkan arsitektur Turing, akan perkuat grafik komputer

Pewarta: Suryanto
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More

Jokowi berikan nama Medium Tank di "Indo Defence"

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo akan meresmikan dan memberikan nama produk unggulan anak bangsa, yakni “Medium Tank” yang dibuat olehnya PT Pindad pada saat pembukaan Pameran Industri Pertahanan atau “Indo Defence 2018 Expo Forum” pada 7 November 2018, di JIEXpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
 
“Presiden Jokowi rencananya akan meresmikan dan memberikan nama ‘Medium Tank’ buatan PT Pindad,” kata Dirut PT Napindo Media Ashatama, Arya Seta Wiriadipoera, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu. 
 
Kegiatan yang digelar selama empat hari, yakni 7 November-10 November 2018 merupakan ke-8 kalinya yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama selaku organiser.
 
Pameran ini diikuti oleh lebih dari 867 peserta dari 59 negara termasuk Indonesia dan juga akan menampilkan 30 paviliun perwakilan negara, menjadikan Indo Defence sebagai pameran terbesar di Asia Tenggara dan masuk ke dalam kalendar event dunia.
 
“Hal menarik dan membedakan Indo Defence 2018 dengan penyelenggaran di tahun-tahun sebelumnya adalah kehadiran ‘paviliun komoditas ekspor’ yang akan menampilkan produk-produk ekspor industri pertahanan karya anak bangsa,” kata Arya. 
 
Menurut dia, dalam perhelatan akbar Indo Defence 2018 Forum dan Expo tahun ini jumlah official delegasi negara yang hadir jauh meningkat.
 
“Ada 10 menteri pertahanan dan setingkat serta sejumlah Kepala Staf Angkatan maupun Panglima dari sejumlah negara undangan yang hadir pada penyelenggaran Indo Defence 2018 Expo dan Forum,” ujar Arya. 
 
Ia menyebutkan, pameran industri pertahanan yang digelar dua tahun sekali ini tidak hanya menjadi ajang promosi bisnis dan alih teknologi bagi Industri Pertahanan Indonesia dan dunia. 
 
Namun, penyelenggaran Indo Defence 2018 Expo Forum  juga akan menjadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat Indonesia secara umum lantaran adanya forum pada kegiatan tersebut. 
 
Forum-forum tersebut antara lain, “Indo Defence Business Forum” dengan tema “Promoting National Defence Industry” serta “Indo Marine Internasional Forum” dengan tema ‘Ensuring Regional Stability Through Development of National Maritime Capability And Maritime Security Cooperation’ yang akan diselenggarkan pada tanggal 7 November 2018 di Hall C3.

Baca juga: Sultan berharap TNI semakin dekat dengan rakyat
Baca juga: TNI pamerkan alutsista di pusat perbelanjaan Bengkulu
Baca juga: Ratusan alutsista TNI dipamerkan di Monas
Baca juga: Masyarakat antusias saksikan pameran Alutsista TNI

 

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More

Forum Akademisi Indonesia apresiasi Gubernur DKI

Jakarta (ANTARA News) – Forum Akademisi Indonesia (FAI) mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang telah bersedia menghadiri Seminar Nasional Forum Akademisi Indonesia (FAI) bertema “Akademisi memimpin negeri” yang digelar di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) di Kalimalang Jakarta Timur, Sabtu.

“Kami mengapresiasi dan menghaturkan terimakasih kepada Gubernur DKI yang telah bersedia menjadi narasumber utama pada seminar nasional tersebut. Meski sudah menjadi gubernur, Pak Anies memang tetap merasa dekat dengan dunia akademis,” kata salah seorang Penasehat FAI, Aat Surya Safaat kepada pers di Jakarta, Minggu.

Pembicara lain pada seminar nasional yang dihadiri para pengajar dan mahasiswa UBSI serta beberapa perguruan tinggi lainnya itu adalah Ketua FAI yang juga akademisi, Indra Cahya Uno serta pengamat ekonomi yang juga Penasehat FAI, Ichsanudin Noorsy dengan keynote speaker ekonom senior, Rizal Ramli.

FAI itu sendiri adalah wadah inspiratif yang bertujuan mensinergikan potensi para akademisi seluruh Indonesia di manapun berada serta mewujudkan visi mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia berprestasi. Deklarasi pembentukan forum tersebut dilakukan pada 23 Mei 2015 di kampus BSI.

Aat lebih lanjut menjelaskan, FAI mengundang Anies Baswedan pada seminar bertema “Akademisi memimpin negeri” dengan harapan bahwa ke depan akan banyak pemimpin di Indonesia yang berasal dari kalangan akademisi seperti halnya Anies Baswedan, seorang akademisi yang kemudian menjadi gubernur.

“Ini penting, karena umumnya kalangan akademis itu berpikiran jauh ke depan, berpikir strategis, dan berpikir tentang kepentingan orang banyak,” kata mantan Kepala Biro Kantor Berita ANTARA di New York AS yang juga pernah menjadi Direktur Pemberitaan ANTARA itu.   

Sementara itu Gubernur DKI pada seminar nasional tersebut juga memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan FAI yang menyelenggarakan acara dengan tema menarik yang mengajak kalangan akademisi supaya berwawasan politik secara dewasa serta tidak beranggapan bahwa politik itu kotor. 

“Saya teringat kutipan Sekjen PBB Kofi Annan, bahwa kalau orang-orang baik hanya mau membayar pajak dengan baik, lalu siapa orang yang akan mengurusi uang pajak tersebut? Mencari orang yang baik kriterianya sulit, sehingga perlu dibuat sederhana saja, yakni mencari orang yang kompeten dan tidak bermasalah,” kata Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga mengajak kalangan akademisi untuk tidak hanya berperan di sektor private (swasta), tetapi juga dipikirkan untuk dapat berperan di sektor publik.

“Kalau akademisi dapat berperan di sektor publik, sejatinya itu juga bukan hal baru di Indonesia. Negeri ini terbangun oleh masyarakat terdidik. Lihat saja undang-undang yang terbangun dengan baik oleh masyarakat terdidik. Mereka kesehariannya membaca buku atau dapat disebut sebagai akademisi,” katanya.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/730416/indonesia-tuan-rumah-forum-perdamaian-dunia

Read More