Mudik Lebaran Lewat Tol Trans Jawa? Perhatikan 8 Hal Penting Berikut Ini

TribunTravel.com/Rizky Tyas

TRIBUNNEWS.COM – Apakah tiket mudik lebaran tahun ini sudah ada di tangan?

Jika tak kebagian tiket mudik, kamu tidak perlu khawatir karena tol Trans Jawa bisa jadi alternatifnya.

Mudik lebaran via tol Trans Jawa jadi pilihan pemudik untuk pulang ke kampung halaman.

Tol Trans Jawa diprediksi jadi jalur mudik favorit pemudik di Pulau Jawa.

Karena tol Trans Jawa menjadi alternatif jalur mudik lebaran tahun ini, pemerintah berencana berlakukan sistem satu arah di beberapa ruas tol.

7 Ruas Tol Trans Jawa ini Masih Gratis Hingga 1 Januari 2019
7 Ruas Tol Trans Jawa ini Masih Gratis Hingga 1 Januari 2019 (Twitter/KementrianPUPR)

Cara ini diharapkan bisa mengurangi penumpukan kendaraan di exit tol untuk menghindari kemacetan parah.

Dikutip TribunTravel dari laman Grid Oto, rute sistem satu arah akan dimulai dari Cibitung KM 25 atau Cikarang Utama KM 29, sampai KM 263 di Brebes Barat.

Pemberlakuan sistem satu arah untuk libur lebaran rencananya akan dilakukan mulai tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2019 mendatang.

Kemudian untuk arus balik libur Lebaran, sistem satu arah akan berlaku pada 7-9 Juni 2019 dengan rute dari KM 189 Palimanan sampai ke arah Cikampek atau Jakarta KM 25.

BACA SELENGKAPNYA

Sumber: http://www.tribunnews.com/travel/2019/05/20/mudik-lebaran-lewat-tol-trans-jawa-perhatikan-8-hal-penting-berikut-ini

Bale Ancam Madrid: ‘Magabut’ pun Tak Masalah

Madrid – Saga masa depan Gareth Bale di Real Madrid semakin rumit. Bale dikabarkan mengancam akan bertahan kalau Madrid enggan membayar sisa kontraknya.

Bintang sepakbola Wales itu tidak lagi mendapat tempat dalam rencana pelatih Madrid Zinedine Zidane di musim depan. Untuk menunjukkannya, Bale dicoret dari skuat dalam dua pertandingan bahkan tak diberi kesempatan tampil semenit pun di laga terakhir saat Los Blancos dipermalukan Real Betis 0-2.

Setelah pertandingan berakhir, Bale langsung masuk ke lorong pemain. Eks pemain Tottenham Hotspur itu tidak bergabung dengan rekan-rekan setimnya memberi salam perpisahan kepada fans di Santiago Bernabeu.

Kontrak Bale baru akan habis pada 2022. El Real diyakini akan mengupayakan segala cara untuk melego Bale di musim panas. Akan tetapi, Madrid kesulitan mencari klub peminat karena gaji Bale yang terlalu tinggi, yaitu 17 juta euro per tahun (Rp 274,4 miliar).

Kalau tidak ada tawaran yang tepat, pesepakbola berusia 29 tahun itu berkukuh akan bertahan di Madrid. Kecuali sisa kontraknya dibayarkan.

“Aku masih punya sisa tiga tahun di kontrakku. Kalau mereka ingin aku pergi, mereka mesti membayarku 17 juta euro per musim,” cetus Bale kepada rekan-rekannya, yang dikutip Radioestadio sebagaimana diwartakan Sport.

“Kalau tidak, aku akan bertahan. Dan kalau aku toh harus bermain golf, aku akan melakukannya.”

(rin/mrp)


Sumber: http://www.tribunnews.com/travel/2019/05/20/mudik-lebaran-lewat-tol-trans-jawa-perhatikan-8-hal-penting-berikut-ini

Kisah Lieus Sungkharisma: Dukung Jokowi, Pro Prabowo, Ditangkap Polisi




Jakarta
Nama Lieus Sungkharisma ramai jadi perbincangan, karena sejumlah sepak terjangnya dalam Pilpres 2019 dan hari ini ditangkap polisi. Namun, sebetulnya manuver Lieus sudah dimulai sejak Orde Baru. Uniknya, sejak tahun 2012 Lieus melakukan beberapa manuver yang lebih membuatnya identik dengan ‘kutu loncat’. Bagaimana cerita lengkapnya?

Jadi Pengusaha dan Aktivis

Dalam buku berjudul “Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia” yang ditulis Sam Setyautama, dijelaskan bahwa Lieus Sungkharisma memiliki nama asli Li Xue Xiung. Dia lahir di Cianjur, Jawa Barat, 11 Oktober 1959. Sejak muda, Lieus memang sudah dikenal sebagai aktivis. Dia pernah menjadi Bendahara Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan sempat menjadi kader Partai Golkar. Dia juga pernah aktif di AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) dan merupakan mantan ketua Generasi Muda Buddhist Indonesia (Gema Budhi). Lalu ketika Lieus menjadi pengusaha, dia sempat menjadi Ketua Perhimpunan Pengusaha Tionghoa DKI Jakarta dan Ketua Umum Multi Culture Society sekaligus Vice President The World Peace Comittee. Selain itu, Lieus juga pernah mengelola Tabloid Naga Post.

Jadi Kader Golkar dan Mendirikan Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti)

Lantas, pada 5 Juni 1998, Lieus bersama Gunawan Tjahjadi dan enam kawan lainnya mendirikan Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti). Dalam buku “Setelah air mata kering: masyarakat Tionghoa pasca-peristiwa Mei 1998” yang disusun oleh I. Wibowo dan Thung Ju Lan, dijelaskan bahwa partai ini didirikan karena keresahan Lieus dan kawan-kawannya atas ketidakdilan yang kerap dialami etnis Tionghoa. Menurut Lieus, selama masa 32 tahun kepemimpinan Pemerintah Orde Baru Soeharto, hak politik masyarakat Tionghoa telah dikebiri. Meskipun dia sendiri pernah menjadi kader Golkar. Melalui Parti, Lieus dan kawan-kawannya berjuang untuk menyuarakan semangat nasionalisme keindonesiaan dari masyarakat Tionghoa.

Mengkritik MRT Jokowi-Ahok, Tapi Dukung Jokowi Jadi Presiden

Saat proyek Moda Raya Terpadu (MRT) digagas oleh Jokowi-Ahok ketika masih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Lieus termasuk orang yang giat mengkritik proyek ini. Dia sempat menjadi Koordinator masyarakat peduli MRT Fatmawati. Namun uniknya, ketika Jokowi maju sebagai calon presiden 2014, Lieus lantas mendukungnya.

Sebagai bentuk dukungannya kepada Jokowi, Lieus sampai menggelar lomba menulis ‘Surat Untuk Jokowi’. Hadiah yang dijanjikan untuk pemenang lomba menulis ini juga cukup lumayan, tiga pemenang utama mendapatkan uang jutaan rupiah dan tablet merk teranyar. Sedangkan untuk dewan jurinya, Lieus mengamanahkannya kepada Cendekiawan Muslim Komaruddin Hidayat sampai penulis novel Dewi Lestari.

Kecewa kepada Ahok, Mendukung AHY-Sylvi

Pada tahun 2016, Lieus yang sejatinya pernah mendukung Jokowi untuk Pilpres 2014, tak secara otomatis mendukung Ahok-Djarot dalam Pilgub DKI 2017. Dia mengaku kecewa dengan kepemimpinan Ahok yang dia nilai bermasalah. Menurutnya, dalam kasus RS Sumber Waras, dia menganggap Ahok sudah menyelewengkan uang pajak rakyat.

Maka dari itu, pada Pilgub DKI 2017, dia mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Dukungan itu dia buktikan melalui deklarasi relawan Barisan Teman Agus-Sylvi (BATAS). Melalui BATAS, Lieus berjuang menggalang suara masyarakat Tionghoa untuk Agus-Sylvi. Meskipun pada akhirnya paslon yang dia dukung itu tersingkir.

Jadi aktivis #2019gantiPresiden

Lantas, pada tahun 2018 dia kembali berbalik arah. Jika pada 2014 dia mendukung Jokowi, maka pada 2018 dia justru ikut menjadi bagian gerakan #2019GantiPresiden. Dia merasa kecewa dengan kepemimpinan Jokowi selama menjadi presiden. Sehingga dia memutuskan untuk mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Dukungan itu, Lieus buktikan dengan menjadi Koordinator Forum Aspirasi Rakyat (FAR). Forum ini berisi tokoh Tionghoa dari beragam profesi yang mendukung paslon 02 Prabowo-Sandi.

Bukan hanya sampai di situ saja. Guna menggelorakan gerakan #2019GantiPresiden, dia juga ikut membuat video clip lagu #2019GantiPresiden bersama tokoh pro Prabowo lainnya, seperti Ahmad Dhani dan Fadli Zon. Semenjak itu, Lieus selalu nampak hadir dalam sejumlah acara kampanye dan deklarasi ‘klaim’ kemenangan paslon 02 Prabowo-Sandi.

Lieus Dipolisikan, Lalu Ditangkap

Ternyata kini manuver Lieus tak berjalan mulus. Pada Rabu (8/5/2019) Lieus dilaporkan ke polisi atas tuduhan tindakan makar. Dia dilaporkan bersama dengan Kivlan Zen atas tuduhan yang sama. Laporan terhadap Lieus terdaftar dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim. Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 87 dan atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

Tuduhan makar ini sendiri didasarkan atas sebuah video pidato Lieus yang sarat akan muatan makar.

Namun, akhirnya pada hari ini, Senin (20/5/2019) Lieus dibawa ke Polda Metro Jaya setelah ditangkap di rumahnya di Jalan Keadilan, Jakarta Barat. Kedua lengan Lieus tampak diborgol cable ties.

Pantauan detikcom, Lieus tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, pukul 10.14 WIB. Ia dikawal 5 polisi dan berjalan memasuki gedung Dit Reskrimum itu.

Dia pun memprotes proses penangkapan polisi atas dirinya yang dia nilai tak adil. Lieus merasa diperlakukan seperti ogoh-ogoh (patung Bhuta Kala yang dibawa pada pawai perayaan hari raya Nyepi).

“Saya langsung ditarik, saya diangkat kayak ogoh-ogoh ya kan,” kata Lieus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019).

“Jadi nggak adil lah ini,” cetusnya.

Simak Juga “Rumah Tempat Lieus Sungkharisma Ditangkap Kerap Kosong”:

[Gambas:Video 20detik]

(rdp/fjp)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: http://www.tribunnews.com/travel/2019/05/20/mudik-lebaran-lewat-tol-trans-jawa-perhatikan-8-hal-penting-berikut-ini

563 Pasien Gigi Harus Tes HIV Setelah Tahu Peralatan Medis Tidak Steril

Jakarta – Ada sekitar 563 pasien gigi di sebuah klinik gigi bernama Dentality Hoddesdon di London disurati untuk melakukan tes HIV (human immunodeficiency virus). Sontak surat tersebut membuat geger pasiennya.

Mereka menerima surat yang menyebutkan bahwa mereka berisiko terkena HIV karena ahli kebersihan gagal membersihkan peralatan medis dengan benar. Contohnya scaler ultrasonik hanya dibersihkan dua kali sehari, padahal harus dibersihkan setiap kali akan digunakan.

Kesalahan itu terungkap pada bulan Januari lalu ketika staf lain di tempat praktik itu, Herts, menyadari scaler itu tidak dimasukkan ke dalam steriliser sesering yang seharusnya.

Tetapi butuh tiga bulan pejabat kesehatan untuk bertindak setelah diberitahu hal tersebut. Ahli kebersihan klinik tersebut pun tidak dipekerjakan lagi dan dalam tahap pemantauan.

Dr Jorg Hoffmann dari Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan bahwa 563 pasien itu mungkin saja bisa terinfeksi virus lain, sekalipun bukan terinfeksi HIV.

“Risiko tertular hepatitis B, hepatitis C atau HIV sangat rendah tapi tes tetap ditawarkan sebagai tindakan pencegahan,” ujarnya dikutip dari The Sun.

Para pasien pun merasa takut terinfeksi penyakit karena kelalaian pihak klinik. Mereka pun merasa kecewa atas kejadian seperti ini.

“Fakta bahwa mereka butuh tiga bulan untuk memperingatkan semua orang adalah menjijikkan. Berapa banyak lagi orang yang dapat terinfeksi pada waktu itu?” kata salah satu pasien.

(wdw/kna)

Sumber: http://www.tribunnews.com/travel/2019/05/20/mudik-lebaran-lewat-tol-trans-jawa-perhatikan-8-hal-penting-berikut-ini

10 Atlet Panjat Tebing Indonesia Siap Berjuang Rebut Tiket Olimpiade Tokyo 2020

TRIBUNNEWS.COM – Sebanyak 10 atlet panjat tebing Indonesia telah dipilih oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk berburu tiket Olimpiade Tokyo 2020.

Pada bagian putra, telah terpilih lima atlet yang akan mewakili Indonesia.

 Mereka yakni Alfian M Fajri (Jawa Tengah), Aspar Jaelolo (DKI Jakarta), Fathur Roji (Jatim), Rivaldi Ode R (Bali), dan Sabri (Kalimantan Utara).

Atlet putri akan diperkuat Aries Susanti Rahayu (Jawa Tengah), Nurul Iqamah (NTB), Fitria Hartani (Jawa Timur), Salsabila (Jabar), dan Choirul Umi (Jawa Timur).

Selama berlatih, para atlet ini akan didukung dua atlet sebagai sparring partner yakni Jamal Alhadad dari Kalimantan Timur dan Rahmayuna Fadillah dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada pula atlet yang terdegradasi yakni Temi Teli Lasa (Bali) dan mengundurkan diri yakni Agustina Sari (Jawa Tengah).

Oleh karena itu, dipilihlah atlet berbakat dengan kriteria yang sudah ditetapkan dan terukur misalnya catatan prestasi dan peringkat nasional.

BACA SELENGKAPNYA DI SINI

Sumber: http://www.tribunnews.com/travel/2019/05/20/mudik-lebaran-lewat-tol-trans-jawa-perhatikan-8-hal-penting-berikut-ini

City Kapan Juara Liga Champions, Pep?

LondonPep Guardiola sadar bahwa treble domestik musim ini belum cukup membuatnya dinilai sukses di Manchester City. Sebab ukuran kesuksesan Pep adalah trofi Liga Champions.

Guardiola baru saja membawa City meraih tiga trofi di kompetisi lokal. Adalah Piala FA yang jadi trofi dalam negeri terakhir City musim ini setelah mengalahkan Watford 6-0 di final akhir pekan kemarin.

Sebelum itu, City dibawa Guardiola menjuarai Premier League dan Piala Liga Inggris. Prestasi yang terbilang luar biasa mengingat belum pernah ada tim Inggris yang melakukannya bahkan Manchester United di era Sir Alex Ferguson.

Selain itu, City-nya Guardiola juga mencetak 50 kemenangan dalam semusim di seluruh kompetisi, lagi-lagi jadi klub Inggris pertama yang melakukannya. Wajar jika City dipuja-puji banyak orang, terlebih Guardiola yang sudah menyapu bersih seluruh trofi di Inggris.

Tapi buat Guardiola, trofi-trofi yang sudah ada tidak cukup memberikannya rasa aman dari kritik. Sebab kritik akan selalu hadir selama dirinya belum mampu membawa City berprestasi di tingkat Eropa.

“Ya, tentu saja, saya tidak akan berada di sini jika tidak yakin akan bisa membuat tim ini lebih baik,” ujar Guardiola seperti dikutip Sportskeeda.

“Saya tahu itu akan sulit karena orang-orang akan selalu membandingkan dan orang-orang tidak bisa mengharapkan kami mengulangi treble ini atau meraih empat gelar setahun, itu cuma bisa dilakukan sekali dalam hidup Anda.”

Sejak menangani City, Guardiola memang masih gagal mempersembahkan Si Kuping Besar. Dua tahun terakhir City selalu terhenti di perempatfinal setelah cuma sampai 16 besar di musim pertamanya. Padahal Guardiola punya pengalaman membawa Barcelona dua kali juara.

“Seperti yang saya bilang sebelumnya, pada akhirnya saya akan dinilai berdasarkan apakah kami menjuarai Liga Champions atau tidak. Saya tahu segalanya tidak akan cukup sampai kami memenanginya.”

“Saya tahu ini akan selalu mengikuti saya. Ketika saya tiba di Barcelona, kami beruntung bisa juara dua kali dalam empat tahun dan orang-orang selalu mengharapkan bahwa saya selalu bisa juara Liga Champions dan itu masih sampai sekarang.”

“Di klub ini, rekor poin dan kompetisi domestik itu luar biasa, tapi sulit menjuarai Liga Champions, tidak seperti yang lain karena tim-tim bagus ada di sana. Kompetisinya begitu sengit tapi kami ingin menjuarainya,” demikian dia.

(mrp/fem)


Sumber: http://www.tribunnews.com/travel/2019/05/20/mudik-lebaran-lewat-tol-trans-jawa-perhatikan-8-hal-penting-berikut-ini

Sederet Alasan Bawaslu Tolak Laporan BPN Soal Kecurangan TSM




Jakarta
Laporan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengenai dugaan kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dimentahkan Bawaslu. Bukti-bukti yang diajukan BPN disebut Bawaslu tidak memenuhi kriteria kecurangan TSM.

Selain itu Bawaslu memberikan berbagai alasan atas penolakannya atas laporan BPN itu. Berikut alasan Bawaslu:

Sebelumnya Bawaslu membacakan 2 putusan pendahuluan atas laporan BPN yaitu laporan yang diregistrasi atas nama Djoko Santoso dan laporan atas nama Dian Fatwa. Kedua laporan itu ditujukan pada terlapor yaitu pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Untuk laporan pertama, Bawaslu menyebut bukti yang diajukan BPN hanya berupa hasil cetak atau print-out dari media daring atau online sebanyak 73 serta 2 kasus penanganan pelanggaran pemilu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut Bawaslu, bukti itu tidak memenuhi kriteria karena tidak ada dokumen atau video yang menunjukkan terlapor yaitu Jokowi dan Ma’ruf melakukan kecurangan TSM yang dilaporkan.

“Bukti print-out berita online tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus didukung bukti lain, berupa dokumen surat maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan yang dilakukan aparat struktural baik pemerintah maupun penyelenggara pemilihan umum yang terhubung langsung dengan terlapor, sehingga kualitas bukti memenuhi kriteria dalam peraturan perundang-undangan,” ujar anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo saat membacakan putusan di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Selain itu Bawaslu tidak menemukan bukti yang menunjukkan adanya pertemuan dan perencanaan kecurangan baik yang dilakukan Jokowi maupun Ma’ruf. Hal itu menurut Ratna penting apabila BPN ingin melaporkan dugaan kecurangan yang sifatnya sistematis.

“Bukti adanya perbuatan yang sistematis yang dilakukan terlapor adalah bukti yang wajib dimasukkan oleh pelapor dalam laporan karena menyangkut syarat kumulatif dari bukti dugaan pelanggaran administratif pemilu yang terjadi secara TSM, sehingga dengan tidak adanya bukti yang menunjukkan adanya perbuatan yang sistematis dilakukan terlapor membuat laporan pelapor tidak memenuhi persyaratan bukti sistematis,” kata Ratna.

Dari sisi masif, menurut Ratna, BPN tidak pula menyertakan buktinya. Perbuatan kecurangan yang masif menurut Ratna setidaknya terjadi pada 50 persen dari jumlah seluruh provinsi.

Sedangkan untuk laporan kedua yang diajukan Dian Fatwa selaku Sekjen Relawan IT BPN disebut Bawaslu setali tiga uang dengan laporan sebelumnya. Bukti yang diajukan BPN disebut Bawaslu hanya berupa tautan atau link dari berita media daring.

“Pelapor memasukkan bukti berupa link berita. Bukti link berita tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh alat bukti lain baik berupa dokumen, surat, maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan dilakukan baik pemerintah maupun penyelenggara pemilihan umum yang terhubung langsung dengan terlapor sehingga kualitas bukti memenuhi kriteria peraturan perundang-undangan,” ujar anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar.

“Bukti adanya perbuatan yang sistematis yang dilakukan terlapor adalah bukti yang wajib dimasukkan oleh pelapor dalam laporan karena menyangkut sarat kumulatif dari bukti dugaan pelanggaran administratif pemilu yang terjadi secara TSM. Sehingga dengan tidak adanya bukti yang menunjukkan adanya perbuatan yang sistematis dilakukan terlapor membuat laporan pelapor tidak memenuhi persyaratan bukti sistematis,” imbuh Frizt.

Pun terkait dengan dugaan kecurangan yang masif, dalam laporan kedua ini disebut Bawaslu tidak didukung bukti lain yang menunjukkan kecurangan yang terjadi pada setidaknya 50 persen dari keseluruhan provinsi. Bukti berupa tautan berita disebut Bawaslu tidak bisa berdiri sendiri.

“Perbuatan masif, pelapor memasukkan bukti berupa link berita. Sebelumnya, telah diurai di atas bahwa bukti link berita tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh alat bukti lain baik berupa dokumen, surat, maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan masif yang dilakukan terlapor yang terjadi paling sedikit di 50 persen dari jumlah provinsi di Indonesia,” tutupnya.

Simak Juga “Lagi-lagi Kurang Bukti, Kini Laporan Relawan IT BPN Ditolak Bawaslu”:

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/dhn)




<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Sumber: http://www.tribunnews.com/travel/2019/05/20/mudik-lebaran-lewat-tol-trans-jawa-perhatikan-8-hal-penting-berikut-ini